Tampilkan postingan dengan label Star Trek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Star Trek. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 November 2013

UNDANGAN STAR TREK DAY 2013

Halo semua penggemar kisah Fiksi Ilmiah...
INDO STAR TREK akan mengadakan acara tahunan terbesar; STAR TREK DAY 2013 !!
Kami mengundang kamu untuk datang. Ini adalah acara yang cuma diadakan satu tahun sekali.
Jadi, ini adalah kesempatan langka untuk kopi darat dan bertemu member-member Indo Star Trek yang lain.
So much FUN!!!

Kapan: Sabtu, 23 November 2013
Jam: 12 siang sampai selesai
Tempat: @america, Pacific Place lantai 3, SCBD, Jakarta
Pakaian: Bebas. Kalau punya kostum dipakai ya.

Acara ini FREE! -Datang yaa!!!!
Ajak teman-teman dan/atau keluarga kamu!

Sneak Peek Acaranya:
  • Indo Star Trek Cosplay Performance
  • Star Trek Alien Cosplay Competition
  • Doorprize!
  • Best Star Trek Movies Pooling!
  • Trek Photobooth
  •  Starships and Props Papermodel Exhibition
  • Star Trek Movies Discussion TOS, TNG, and JJ Abrams’
  • Into Darkness Discussion! Spoiler Welcome
  • Starship Bridge Simulation

  • Live Music Star Trek Theme Song
  • Live Music Star Trek Theme Song
  • Skype Video Conference Star Trek Fans di Amerika
  • 47 Years Birthday Cake



Bagi kamu penggemar fotografi, siap-siap bawa camera terbaik kamu, karena akan ada banyak kesempatan Photo Hunting yang istimewa dengan model-model Star Trek



Sabtu, 26 Oktober 2013

STAR TREK DAY 2013

Indonesian Star Trek fans Community (INDO STAR TREK) will conduct a biggest event for Indonesian star trek fans in Indonesia on Saturday, 23 November 2013, starts at 12.00PM, at @America, Pacific Place Mall 3rd floor, SCBD, Sudirman, Jakarta. This event is open for public! There will be a lot of beautiful models for your photography hunting..So..BE THERE!






Minggu, 31 Januari 2010

KURANGI EMISI GAS BUANG EFEK RUMAH KACA

STAR TREK bukan hanya mengajarkan filosofi perdamaian universal, namun juga mengajarkan nilai-nilai kedisiplinan dalam menjaga dan memelihara lingkungan hidup. Seorang pencinta STAR TREK yang memahami filosofi nilai-2 film2 STAR TREK pastilah memperjuangkan pelestarian alam lingkungan hidup.

Dari hasil Konferensi Perubahan Iklim di Kopenhagen Desember 2009 lalu, Susilo Bambang Yudhoyono komit bahwa hingga th. 2020 mendatang Indonesia akan bisa mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 26%. Hal itulah yang kini dipertanyakan oleh Greenpeace.

Diwakili oleh juru kampanye Greenpeace Asia Tenggara, Bustar Maitar, Greenpeace menilai hingga saat ini belum ada pergerakan yang berarti dari SBY untuk merealisasikan komitmen itu. Bahkan untuk melaksanakan Keppres yang sudah dikeluarkan yaitu No 32 tahun 1990 tentang pengelolaan kawasan lindung, khususnya perlindungan lahan gambut sebagai salah satu faktor pengurang gas emisi juga belum kelihatan riaknya.

Pembiaran perluasan perkebunan kelapa sawit serta masih maraknya perusahaan Pulp n Paper di kawasan Semenanjung Kampar Riau menjadi contoh belum seriusnya pemerintah menangani masalah ini. Padahal laporan kinerja atas upaya kongkrit Pemerintah harus sudah dilaporkan akhir Januari 2010 ini.

Menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah khususnya Menteri Kehutanan untuk segera bertindak cepat menahan laju deforestasi dan penghancuran lahan gambut yang jika tak dicegah, diperkirakan bisa menyumbang sebesar 80% gas emisi.

Cabut ijin yang sudah keluar dan tolak ijin yang masuk untuk segala aktifitas di lahan gambut adalah cara yang paling cepat dan efektif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Sabtu, 27 Juni 2009

SCIENCE YANG MENDASARI KISAH FIKSI ILMIAH

Hal yang “Tidak Mungkin” adalah Relatif

Apabila kita memandang kejadian-kejadian di alam ini, kita dapat mempelajari bahwa seringkali hal yang “Tidak Mungkin” adalah terminologi yang relative. Kita ingat ketika mempelajari Geografi di Sekolah Menengah Tingkat Atas, kita amati bahwa bentuk garis pantai Amerika Selatan dapat di cocokkan dengan bentuk kontur pantai Afrika. Bukankah suatu kebetulan yang sangat aneh, bahwa bentuk pantai kedua benua tersebut dapat disatukan bagaikan sebuah puzzle? Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa ada kemungkinan kedua benua tersebut pernah dalam suatu masa adalah satu bagian benua. Beberapa orang mengatakan hal itu adalah kebodohan, adalah tidak mungkin ada suatu kekuatan sangat dahsyat yang dapat memisahkan dua buah lempeng benua. Sebuah pemikiran yang tidak mungkin, menurut beberapa ahli.

Kemudian kita juga mempelajari tentang dinosaurus. Bukankah hal yang aneh, guru-guru kita mengatakan bahwa dinosaurus pernah mendominasi Bumi selama jutaan tahun, dan kemudian mendadak kemudian mereka hilang, punah begitu saja? Tiada satu orang pun yang tahu kenapa mereka semua punah. Beberapa paleontologist berpikir bahwa mungkin saja meteor dari luar angkasa telah membunuh mereka semua; namun itu adalah mustahil, lebih mungkin itu terjadi dalam kisah Fiksi Ilmiah.

Kini kita dapat mengetahui bahwa melalui gerakan tektonik bumi, lempeng-lempeng benua memang bergerak. Diperkirakan 65 juta tahun yang lalu sebuah meteor yang sangat besar, diperkirakan ukurannya berdiameter +/- 10 Km menghantam permukaan bumi dalam kecepatan sangat tinggi sehingga memusnahkan semua mahluk hidup diatas permukaan bumi. Apabila semua hal yang dirasakan tidak mungkin mulai dicoba dilihat dari sisi ilmiah, maka banyak hal yang tadinya kita anggap tidak mungkin mulai dapat di jelaskan secara ilmiah. Jadi, mungkinkah suatu saat kita dapat melakukan teleport atas diri kita dari satu tempat ke tempat lain, atau membangun pesawat jelajah luar angkasa yang suatu saat dapat membawa kita jutaan tahun cahaya menuju bintang-bintang?

Secara normal, rata-rata orang akan berkata hal-hal tersebut diatas adalah tidak mungkin. Mungkinkah teknologi teleport dan jelajah bintang dapat terwujud dalam beberapa abad mendatang? Ketika teknologi peradaban kita telah memungkinkan untuk hal itu? Dengan kata lain, jika kita bisa bertemu dengan peradaban yang memiliki peradaban jutaan tahun lebih maju dari kita, mungkin saja nanti kita akan melihat teknologi sehari-hari yang mereka gunakan nampak bagaikan “magic” / “sihir” bagi kita? Inilah pertanyaan yang patut kita pikirkan secara ilmiah, jika sesuatu hal adalah “tidak mungkin” hari ini, akankah hal itu tetap tidak mungkin ber-abad abad atau jutaan tahun di masa mendatang?

Dengan adanya kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan penelitian beberapa abad terakhir ini, terutama dengan pengembangan teori fisika kuantum dan relativitas umum, saat ini kita melihat adalah memungkinkan untuk memperkirakan kapan, jika dapat, beberapa dari teknologi yang fantastis ini mungkin dapat diwujudkan. Dengan kemungkinan penemuan serta kreasi teori yang akan datang dan lebih maju, bahkan konsep-konsep yang terdapat dalam fiksi ilmiah, seperti misalnya perjalanan dalam kecepatan cahaya dan parallel universe, saat ini mulai di evaluasi ulang kemungkinannya oleh para ahli Fisika.

Coba kita pikirkan saat 150 tahun yang lalu, banyak kemajuan teknologi saat ini yang dikatakan “tidak mungkin” oleh para ilmuwan pada saat itu. Namun dengan kemajuan teknologi masa kini, hal-hal yang dulu disebut “tidak mungkin” kini telah menjadi barang-barang yang kita gunakan sehari-hari. Jules Verne menulis di novelnya di tahun 1863, berjudul Paris in the Twentieth Century, yang mana disimpan dan dilupakan selama berabad-abad, sampai kemudian secara tidak sengaja ditemukan oleh cicitnya dan dipublikasikan pertama kali tahun 1994. Dalam novel itu Verne memprediksikan seperti apa rupa kota Paris di tahun 1960. Novelnya penuh terisi dengan teknologi yang jelas-jelas dikatakan sebagai hal yang tidak mungkin di abad ke 19, termasuk diantaranya personal computer, mesin faksimili, jejaring/network komunikasi global, gedung-gedung pencakar langit berlapis kaca, mobil bertenaga gas dan kereta penumpang berkecepatan tinggi.

Tidak mengejutkan, Verne dapat membuat prediksi yang sangat akurat sebab ia telah dibesarkan di lingkungan para ilmuwan, dan membiasakan diri untuk berpikir secara ilmiah sebagaimana para ilmuwan disekitarnya. Penghargaannya yang sangat tinggi terhadap ilmu pengetahuan membuatnya mampu berpikir untuk membuat prediksi masa mendatang secara ilmiah.

Menyedihkan, beberapa ilmuwan besar abad 19 bersifat oposisi terhadapnya dan mengatakan bahwa apa yang dikemukan Verne sangat tidak mungkin. Lord Calvin, mungkin adalah ahli Fisika di era Victoria (ia dikuburkan disamping Isaac Newton di Westminster Abbey) yang paling menentang logika Verne. Ia mengatakan bahwa benda yang “lebih berat daripada udara”, seperti pesawat terbang atau roket adalah tidak mungkin diwujudkan. Lord Rutherford, yang menemukan nucleus atom mengatakan tidak mungkin diciptakan teknologi bom atom. Pikirkanlah bagaimana fantastisnya teknologi masa kini seperti televisi, computer dan internet sebagai penemuan-penemuan besar abad ke 20.

Belum lama ini lubang hitam hampir digolongkan sebagai fiksi belaka. Einstein sendiri pernah menulis di sebuah Koran di tahun 1939 bahwa lubang hitam tidak mungkin ada. Namun teknologi teleskop luar angkasa Hubble dan teleskop Chandra X-ray ternyata telah menemukan ribuan lubang hitam tersebar di semesta alam raya.

Alasan dari teknologi canggih tersebut diatas dikatakan tidak mungkin karena hukum dasar Fisika dan Ilmu Pengetahuan di abad ke 19 dan di abad ke 20 belum dapat dipahami untuk membuat peralatan-peralatan yang menggunakan teknologi yang ada dimasa kini. Dengan adanya kesenjangan yang sangat besar atas pemahaman ilmiah pada masanya, khususnya mengenai ilmu teknologi atom, tidak mengherankan kemajuan teknologi masa kini, dulu dikatakan sebagai hal yang “tidak mungkin”.


MEMPELAJARI HAL YANG TIDAK MUNGKIN

Ironisnya, penelitian atas hal-hal yang tidak mungkin telah terbukti banyak membuka dimensi-dimensi dan pembuktian teori ilmiah baru. Selama berabad-abad pencarian teknologi ‘mesin penggerak perpetual’ telah menjadi pembuka bagi teori konversi energi dan tiga hukum dasar termodinamika. Inilah yang menjadi dasar fondasi bagi penemuan mesin bertenaga uap, abad teknologi mesin serta abad penemuan teknologi industri modern.

Di akhir abad ke 19, para ilmuwan mengatakan “tidak mungkin” bahwa planet bumi berusia milyaran tahun. Lord Kelvin mengatakan bahwa dari usia pembekuan bumi, diperkirakan hanya berusia sekitar 20 sampai 40 juta tahun, hal ini kontradiksi dengan para ahli geologi dan penganut paham Darwin yang mengatakan bahwa mungkin planet bumi berusia milyaran tahun. Ketidak mungkinan itu kemudian dapat dibuktikan dengan penemuan kekuatan teknologi nuklir oleh Madame Curie dan yang lain-lainnya menunjukkan bagaimana inti Bumi digerakkan dengan pemanasan radioaktif, memungkinkan bahwa inti bumi tetap berupa inti bumi yang cari dan panas selama milyaran tahun.

Di tahun 1920-an dan 1930-an Robert Goddard, penemu teknologi modern menjadi sasaran kritik-kritik tajam dari para penganut paham yang mengatakan bahwa roket tidak mungkin dapat menjelajahi angkasa luar. Di tahun 1921 editor harian the New York Times berpolemik melawan karya ilmiah Dr. Goddard. Sang Editor mengatakan bahwa teknologi roket tidak mungkin dilakukan karena di angkasa luar tidak terdapat udara sebagai tumpuan daya dorong pesawat. Menyedihkan, justru salah satu pemimpin kontroversial, Adolf Hitler, memahami karya Goddard dan mengimplementasikannya. Selama perang dunia ke II, Jerman telah menemukan teknologi roket V-2 yang membawa kematian dan kehancuran bagi kota London.

Mempelajari hal-hal yang ‘tidak mungkin’ dapat memungkinkan berubahnya wajah dan sejarah dunia. Para ilmuwan dunia mengatakan di tahun 1930-an bahwa teknologi bom atom termasuk hal yang ‘mustahil’ diwujudkan. Para ahli Fisika mengetahui bahwa ada suatu energi yang sangat besar tersimpan jauh di dalam inti nucleus atom, berdasarkan teori Einstein yaitu E=mc2 namun energi yang dilepaskan oleh sebuah nucleus tunggal sangat tidak signifikan untuk dipertimbangkan. Namun Fisikawan atom Leo Sziliard yang mengingat pernah membaca novel Fiksi Ilmiah karya H.G. Wells di tahun 1914 yang berjudul, The World Set Free: dimana Wells memprediksikan pengembangan dari teknologi bom atom. Dalam buku tersebut diprediksikan bahwa pengembangan teknologi bom atom dapat dipecahkan oleh para ahli Fisika di tahun 1933. Dan secara kebetulan, Szilard dicerahkan oleh karya ini tahun 1932. Dicetuskan oleh sebuah ide dalam sebuah karya Fiksi Ilmiah, dan di tahun 1933, secara tepat di perkirakan oleh Wells sejak dua dekade sebelumnya, ia telah merujuk pada suatu ide yang melipatgadakan kekuatan energi dari sebuah atom melalui reaksi berantai. Melalui reaksi berantai ini energi yang terlepas dari sebuah nucleus tunggal uranium dapat diperbesar dan melepaskan triliunan energi berlipat kali ganda. Szilard kemudian kemudian melakukan serangkaian pendekatan dan experimen-experimen serta negosiasi rahasia antara Einstein dan Presiden Franklin Roosevelt, yang kemudian mengarahkan ke Project Manhattan. Dari proyek ini kemudian dibuatlah bom atom.

Waktu berjalan dan berkali-kali kita melihat berbagai pembuktian bahwa dengan mempelajari hal-hal yang ‘tidak mungkin’ dapat membantu Ilmuwan mengarah kepada penemuan baru, mendorong batasan-batasan tradisional ilmu Fisika dan mendorong para ilmuwan mendefiniskan ulang teori-teori ilmiah atas apa-apa yang sebelumnya mereka katakan semula sebagai hal yang “tidak mungkin”.

Banyak ahli Fisika merujuk kepada dictum karya T.H. White, yang menuliskan karya The Once and Future King, “Anything that is not forbidden, is mandatory!”, dalam Fisika kita menemukan kenyataan ini dari waktu ke waktu. Kecuali bahwa ada suatu hukum fisika yang secara nyata dan jelas menyatakan kemustahilan sebuah fenomena, kita dapat menemukan bahwa hal ini dapat diwujudkan. Dengan mendorong usaha mereka se-optimal mungkin telah mendorong para ahli Fisika menemukan hukum-hukum Fisika baru secara tidak terduga.

Oleh karena itu kita harus melihat bahwa teknologi-teknologi yang dipertimbangkan sebagai “tidak mungkin” pada hari ini, akan bisa ada kemungkinan bahwa dalam hitungan dekade atau abad-abad mendatang menjadi sebuah teknologi yang sangat umum dipakai di masyarakat sehari-hari.

Hal-hal yang semula dianggap sebagai teknologi yang “tidak mungkin” saat ini mulai terbukti sebagai hal yang mungkin: perwujudan teknologi teleportasi (setidaknya dalam level atom). Bahkan beberapa tahun yang lalu para ahli Fisika masih berkata bahwa mengirimkan obyek dari satu tempat ke tempat lain dalam teknologi teleportasi melawan hukum Fisika Quantum. Penulis dari serial TV Star Trek The Original Series memakai ide teknologi ini sebagai perpindahan obyek jarak yang sangat berjauhan dalam waktu yang sangat singkat. Saat ini, melalui penemuan-penemuan baru, para ahli Fisika modern telah mampu melakukan teleport atom-atom bergerak ke ruangan yang berbeda. Hal yang paling sederhana yang sangat umum kita pakai saat ini, yaitu teknologi telepon selular atau handphone. Diawal tahun 1960-an, teknologi ini dianggap suatu fiksi belaka ketika Captain Kirk menggunakan alat komunikasi telepon selular di film TV Star Trek The Original Series di tahun 1966. Namun kita dapat melihat saat ini hampir semua orang dari dewasa sampai remaja dengan sangat fasih menggunakan Handphone / telepon seluler dengan sangat umum di masyarakat; suatu teknologi yang dianggap hanya khayalan semata di tahun 1960-an. Banyak hal-hal yang beberapa dekade yang lalu dianggap “tidak mungkin” kini mulai banyak diwujudkan oleh para ilmuwan.

Bukanlah suatu hal yang “tidak mungkin” apabila para ilmuwan tergerak menyelidiki banyak hal-hal yang dapat dibuktikan dengan hukum Fisika dan teknologi modern untuk dapat diwujudkan menjadi sebuah teknologi terapan yang akan umum digunakan oleh masyarakat. Hal inilah yang menjadi salah satu penggerak atau motivasi dari rekan-rekan yang tergabung dalam komunitas Indo-Startrek untuk menerbitkan Buku Kumpulan Cerpen Fiksi Ilmiah SciFi 1.0, dengan tujuan menggerakkan kecintaan kaum generasi muda bangsa Indonesia agar mencintai hal-hal yang berbau ilmiah dan pengembangan ilmu pengetahuan, untuk membuka gerbang masa depan negara Indonesia menjadi negara maju dalam hal teknologi. Bukan hal yang mustahil, bila masyarakat kita mencintai ilmu pengetahuan dan pola berpikir ilmiah, bangsa Indonesia akan bisa muncul menjadi salah satu negara adi daya di abad mendatang. Dengan adanya kecintaan kepada ilmu pengetahuan dan pembaharuan berbagai sumber daya, diharapkan beberapa dekade mendatang muncul para ilmuwan terkemuka dari bangsa Indonesia yang mempelopori penemuan-penemuan baru serta teknologi-teknologi terapan baru bagi kesejahteraan umat manusia. Bangsa Indonesia harus menyadari bahwa kekayaan sumber daya alam yang kita miliki sekarang tidaklah tanpa batas. Dari sekarang kita harus mulai berpikir secara ilmiah, bagaimana kita menciptakan teknologi ramah lingkungan dan memperbaharui sumber daya yang ada. Majulah Ilmu Pengetahuan di Indonesia, dan jayalah selalu Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sabtu, 07 Februari 2009

Liputan KOMPAS - Komunitas INDO STAR TREK

Melalui film dan cerita buku dan kisah-kisah STAR TREK, pesan-pesan universal humanisme mengenai perdamaian, kesetaraan, kesatuan, cinta kasih, saling menghargai dan menghormati dalam perbedaan dan keragaman; serta sinergi mencapai Kesejahteraan Bersama untuk mewujudkan utopia masyarakat cinta damai, menjunjung tinggi persamaan dan kesetaraan ras dan gender. Utopia masyarakat tanpa perang, sakit penyakit dan keserakahan, semua bersatu dalam Perdamaian sejati, yang dipimpin oleh Ilmu Pengetahuan, Kemakmuran dapat dicapai melalui komitment semua orang yang konsisten memimpikannya dan mewujudkannya dalam kehidupan dan karya mereka sehari-hari.

Baca harian KOMPAS hari ini MINGGU, 8 FEBRUARI 2009 halaman 27 komunitas INDO STAR TREK

http://epaper.kompas.com/

~ LIVE LONG and PROSPER ~
Bowo T. Suharso

http://trekphilosophy.blogspot.com/
http://www.indo-startrek.org/promo/STXI/

Jumat, 06 Februari 2009

The U.S.S. Enterprise - OFFICIAL BIOGRAPHY OF A SHIP AND ITS CREW

The Enterprise is the largest man-made vessel in space. It is 947 feet long, 417 feet wide overall, and has a maximum gross weight of 190,000 tons (compared to a displacement of 59,650 tons of our aircraft carrier, the U. S. S. Forrestal). It is divided into three main sections: the saucer-shaped primary hull, the cigar-shaped secondary (engineering) hull, and the twin engine pods.

The unit components were built at the Star Fleet Division of what is still called the San Francisco Navy Yards, and the vessel was assembled in space. The Enterprise is not designed to enter the atmosphere of a planet and never lands on a planet surface. When assignment takes the ship to a particular planet, it enters a standard orbit around the planet which can range from 1,000 to 7,000 miles away, depending on planet size and gravity, atmospheric envelope, size and proximity of sun (5) and moon(s), and other factors.

The primary hull is 417 feet in diameter and is eleven decks thick through the middle. Designed to operate separately from the rest of the ship, the saucer therefore contains all elements necessary for independent operation.

Propulsion for the primary hull is provided by impulse power. The impulse engine section is located at the bottom rear end of the saucer. Headquarters for the engineering division is also located in this same area, as are main engineering control facilities plus sufficient repair, storage, and other facilities to service the primary section when detached from the star-drive sections of the vessel.

The bulge atop the center of the “saucer” is deck one, and houses the bridge. The circular-shaped bridge is the nerve center of the Enterprise, and it is here that Captain Kirk presides over the entire ship’s complex operation. He sits in his command chair in the inner, lower elevation, facing the large bridge viewing screen. Directly in front of him, also facing the viewing screen, sit the Navigator and the Helmsman, at their combined console. In the outer raised circular elevation of the bridge are eight individual stations.

From the turbo lift doors, and numbered counterclockwise, these stations are:

1. Communications—manned by Lieutenant Uhura.
2. Library-Computer-—manned by Mr. Spook.
3. Navigational Subsystems Checkout—normally unmanned, this station provides information and readings on all navigational instruments and subsystems.
4. Weapons Subsystems Checkout—normally un-manned, this station provides data on the operation of all subsystems within the ship’s weapons system.

From the turbo lift, and numbered clockwise:

1. Engineering—usually manned by Lieutenant Commander Scott.
2. Environmental Systems—normally unmanned, this station provides data on the functioning of all components of the ship’s environmental systems. Manual adjustments can be made at this station to affect ship’s gravity, air supply and composition, temperature, etc.
3. Engineering Subsystems Checkout—normally unmanned, this station provides information ahd readings on all engineering subsystems.
4. Defensive Systems Monitor—normally unmanned, this station continually monitors the status of all defensive systems, deflector screens, etc. Tied into Kirk’s command position are the main controls for the vessel’s vast computer complex which automates and affects every system aboard the vessel.

The computer complex is the “duotronic” type, invented by Dr. Richard Daystrom 25 years ago (STARTREK time). At Spock’s station and tied into his viewers and screens are the more detailed cross-circuit regulating controls plus visual and audio information on the status of all systems and activities. Thus Kirk’s second-hi-command can independently report on or override any ship function or condition in case of trouble or emergency.

The vessel’s computer system contains voice-recognition circuits and self-programming that permit it to respond to verbal orders; it, in turn, can reply through a vocorder. it uses a feminine voice, a familiar occurrence, even today. The pre-take-off computer systems used on today’s F-105 Fighter, for example, speak to the pilots in a female voice because it has been discovered that the feminine voice penetrates noise better and results in improved response by men (and women).

Spock’s primary bridge function is handling all of the ship’s vast and varied sensor systems fed into his station. As indicated, “sensor” applies to any equipment aboard the ship capable of sensing or reading almost any sort of information. They include mass detection of energy waves, radiation, heat energy, and any other known force. They are also capable of detecting the presence of life.

Spook’s secondary bridge function is main control of the vessel’s library-computer. It contains computer memory banks that hold a vast correlated mass of data, history, arts, sciences, philosophy, plus all known information on other known solar systems, colonies, alien cultures, a registry of all space vessels, complete information on nearly all personnel in the Starficet, and all other information that can be recorded, stored, and used by a starship. (Such a storehouse of information would be highly desirable, and perhaps even vitally necessary, for a successful ST TREK-type mission into the unknown.)

The ship’s library-computer can be channeled to any intercom station or viewing screen anywhere on the ship, and will (verbally or visually) analyze any known information in a matter of seconds. The computer, however, deals only in fact, If an ambiguous question is asked, the computer will so inform the questioner. It will also reject known lies, misinformation, and so forth, and is used effectively in official hearings of all types.

Sabtu, 31 Januari 2009

STAR TREK: Sebuah Kesatuan dalam Keragaman

Ketika Gene Roddenberry menyusun karakter-karakter dalam awak kapal USS Enterprise di Original Series, semula ia mendapatkan banyak kritikan dan banyak suara kekawatiran dengan keragaman awak kapal yang ada.

Kesulitan Gene Roddenberry dalam menyusun karakter-karakter awak kapal USS Enterprise ini nampak dalam tulisannya di buku “The Making of STAR TREK” (Copyright © 1968 by Stephen E. Whitfield) halaman 127: “A word of caution (not an ultimatum) was expressed regarding the plans for an integrated crew aboard the Enterprise. There were still those who were afraid of the consequences, from a strictly dollar-and-cents point of view. By putting a Negro in the crew they might lose the Southern states, by putting a Mexican in the crew they might lose Texas, Arizona, and parts of California, and so forth. The overseas sales representatives were also greatly concerned about the matter. A Chinese crew member could lose sales for show in Indonesia, etc., etc., etc., Gene began to realize that if he listened to all these people, the Enterprise would end up with an all white, Protestant, Caucasian crew. This could then rebound with the same result in a great many foreign countries, because why should they believe that 200 years from now such a ship will be manned by an all Americans crew? So many people became embroiled in so much controversy that they ended up leaving Gene alone to do it the way he wanted to!” Dunia masa depan di abad 23 dalam rekaan Gene Roddenberry adalah sebuah utopia dimana berbagai ras manusia dari berbagai latar belakang dapat bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama untuk mengeksplorasi angkasa luar demi kesejahteraan hidup umat manusia itu sendiri. Hal ini mungkin di latar belakangi fakta bahwa dunia ini semakin lama semakin padat, sumber daya alam Bumi untuk menunjang kehidupan seluruh manusia di dunia ini sangat terbatas. Mengirim koloni untuk dapat hidup tinggal di planet lain dengan kelas “M” serupa dengan bumi di Galaxy Bima Sakti ini menjadi salah satu misi Star Trek. Misi utama Star Trek yang nampak dalam dalam setiap episodenya adalah keberanian para awaknya dalam mencari kehidupan di luar angkasa dan menjalin hubungan dengan bentuk-bentuk kehidupan lain diluar bumi… “To explore strange new worlds, to seek out new civilizations, to boldly go where no man has gone before” (The Making of Star Trek – chapter 3 page 202).

Keistimewaan disini adalah ketika kita mengamati bahwa STAR TREK selalu membuat terobosan-terobosan baik dalam hal alur cerita dan pembuatan karakter yang sangat luar biasa melampaui jamannya di kala itu (thn.1966). Dalam hal karakter, sebagaimana kita lihat dalam The Original Series bahwa awak kapal terdiri dari berbagai karakter dari berbagai latar belakang budaya yang sebenarnya pada masa itu cukup controversial. Pemeran-pemeran awak utama USS Enterprise (TOS) pada saat itu adalah:

William Shatner – Captain James T. Kirk, Leonard Nimoy – Mr. Spock (First Officer), DeForest Kelley - Dr Leonard McCoy, James Doohan – Montgomery Scott – Chief Engineer, George Takei – Sulu (Helmsman), Nichelle Nichols – Lt.Uhura (Communications), Majel Barrett – Nurse Christine Chapel, Walter Koenig – Ensign Chekov. Sebagaimana kita tahu, antara Inggris dan Irlandia, sejak dahulu sering terjadi bentrokan bersenjata karena masalah ras, agama dan wilayah; Amerika dan Rusia masa dekade 60-an adalah era perang dingin yang hampir mencetuskan perang nuklir; emansipasi wanita masa itu belum 100% setara seperti masa ini, apalagi adanya awak Negro (Lt.Uhura) yang cerdas dan memegang peranan penting dalam proses komunikasi (mengingatkan kita kepada perjuangan Martin Luther King Jr., pejuang persamaan hak asasi negro di Amerika Serikat yang mati ditembak); China dan Rusia masa itu sebagai poros kekuatan komunis yang sangat berseberangan dengan paham Negara Amerika.

Semua karakter-karakter controversial diatas ditempatkan dalam suatu sinergi, kesatuan yang erat, dimana masing-masing dengan kekuatan keberagaman latar belakang budayanya erat bersatu padu dalam pelaksanaan misi-misi STAR TREK. Warna yang berbeda-beda dari berbagai latar belakang budaya ini nampak sengaja di tonjolkan dalam Star Trek untuk menunjukkan bahwa di masa depan, dalam masa yang penuh dengan perdamaian dan kesejahteraan seluruh umat manusia, tiada lagi perdebatan dan perkelahian sesama umat manusia karena perbedaan suku, latar belakang budaya, ras, agama dan kepercayaan atau ideology. Semua memiliki visi yang sama, saling melengkapi, saling menghormati, dalam mencapai tujuan bersama, kesejateraan bagi kemajuan technology dan peradaban umat manusia.

Star Trek the Original Series:

written by D.C. Fontana
directed by Michael O'Herlihy
music by Alexander Courage
Stardate 3113.2



Kamis, 29 Januari 2009

THE NEEDS OF THE MANY OUT WEIGH THE NEEDS OF THE FEW, OR THE ONE

Ucapan diatas, adalah dialog Mr.Spock ketika dia sekarat menjelang ajal di hadapan James T. Kirk, Captain USS Enterprise, yang merupakan atasan, dan sekaligus sahabatnya.

Ada dua hal yang ingin saya angkat dalam tulisan kali ini, yaitu:

1. Kesadaran diri, dimana kita memandang diri kita berada di dunia ini memiliki suatu 'purpose' suatu tujuan, suatu misi, yang diberikan oleh Sang Maha Kuasa, yang harus kita jalankan sebaik-baiknya. Dalam ucapan Mr. Spock ini: "THE NEEDS OF THE MANY OUT WEIGH THE NEEDS OF THE FEW, OR THE ONE.." melukiskan betapa kepentingan diri sendiri, atau golongan, harus dilihat dari 'helicopter view' dalam kerangka demi menyelamatkan kepentingan banyak orang.










2. Leadership sejati yang ditunjukkan oleh Captain James T. Kirk kepada para anak buahnya. Kepemimpinan yang di contohkannya bukanlah kepemimpinan yang represif dan tangan besi, namun ia mendapatkan kesetiaan dari orang-orang yang dipimpinnya sampai titik darah mereka yang penghabisan. Mereka respect, menghormatinya, namun disaat yang sama mereka memanggil pimpinan mereka itu sebagai SAHABAT.

Spock to Kirk: "I have been... and always shall be... your friend. [holds up his hand in the Vulcan salute] Live long... and prosper.."


Saat ini bangsa Indonesia sedang memasuki masa persiapan kampanye-kampanye Pemilu di tahun 2009, dimulai dengan rangkaian pesan-pesan para caleg dengan poster-poster yang memenuhi hampir semua sudut jalan namun nihil pesan visi dan misi. Koran-koran dan media tv serta radio juga mulai dipenuhi dengan iklan-iklan caleg dan calon presiden. Visi apakah yang mereka tawarkan kepada rakyat Indonesia? Solusi apakah yang mereka tawarkan atas krisis yang melanda negeri ini? Di satu sisi ribuan orang di PHK karena pabrik dan kantor mereka tutup atau kehilangan klien dan pekerjaan. Di sisi lain, mall-mall baru dengan barang-barang super mahal menyerbu kota besar, dan pembeli-pembelinya masih ada. Rekan saya penjual asuransi mengatakan, setiap bulan masih ada orang-orang membeli polis baru senilai puluhan juta.., para caleg dan partai politik mengeluarkan ratusan juta rupiah untuk dana iklan, kampanye, dan lain sebagainya...jadi..negara kita ini sedang krisis atau tidak? Ataukah sense of crisis ini yang tidak ada?

Dibeberapa daerah, terjadi perpecahan dan kekerasan konflik horisontal antara golongan masyarakat. Konflik yang disebabkan karena berbeda pandangan politik, konflik karena berbeda agama, konlfik antara pemeluk agama yang sama namun berbeda pemahaman, konflik karena perebutan lahan, penggusuran pasar, dan sejenisnya. Apakah negara kita ini damai? Damai dari segi apa?
Kedamaian dan Kebersamaan yang ada dalam masyarakat kita ini ternyata semu dan seperti api dalam sekam. Masing-masing golongan masih saling mencurigai golongan masyarakat yang lain yang berbeda pandangan dengan dirinya atau golongannya. Perbedaan agama dan perbedaan pandangan dijadikan legalisasi melakukan kekerasan terhadap sesama. Surat Keputusan Menteri dijadikan dasar legalisasi tindakan kekerasan pembakaran dan perusakan gedung ibadah apabila tidak ada persetujuan dari sekelompok masyarakat di sekitarnya. Damai?..dalam konteks apa? Kebersamaan?..dalam konteks yang bagaimana? Negara di satu sisi, terkesan tidak perduli dan tidak mau ikut campur melindungi golongan yang berbeda-beda di masyarakat yang dalam UUD 1945 memiliki hak yang sama dan setara. Pemimpin-Pemimpin yang ada biasanya enggan turut bicara dalam masalah konflik horisontal seperti ini.

Yang terjadi adalah orang melihat hanya dari segi kepentingan partai politiknya sendiri, apakah menguntungkan atau tidak.

Melihat ironi kehidupan masyarakat Indonesia saat ini, teman saya Bobby Andre Andhara berkomentar di FB saya sebagai berikut:

1. Sudut pandang. Kalau jaman kita ini, sudut pandang itu sempit. masyarakat berpikir dan bertindak secara berkotak2. Biasanya akan terlontar kalimat: "itu urusan elo, itu partai elo, golongan elo, ras elo, agama elo dll" dan perbedaan itu menjadi dasar untuk membuat sebuah pemisahan, perpecahan.

Sedangkan dalam dunia yang diajarkan dalam Star Trek bukannya hanya global sudut pandangnya, tapi men-"semesta". Kita disadarkan bahwa kita adalah salah satu mahluk penghuni alam semesta, dimana bentuk kehidupan di alam semesta ini buanyak banget ragamnya... Read More..: Shingga kita dikondisikan untuk bukan hanya bisa get along with many different kind of people, tapi juga many different kind of life..

2. Mengabdi pada ilmu pengetahuan. Jaman sekarang kebanyakan dari kita mengabdi hanya pada duit. Alam lingkungan di korbankan untuk menjadi duit. Pohon ditebang, tanah resapan dijadikan mall mewah, akibatnya....banjir, tanah longsor,..dan berbagai kerusakan lainnya. Saat ini di masyarakat kita yang jago dagang lebih dihargai daripada ilmu pengetahuan. Tapi susah emang.. bnyk org blg utopia bgt ya, itu bs terjadi klo kemiskinan dah gak ada lagi di muka bumi3. Sadar bahwa terdapat jutaan jenis mahluk hidup di semesta yang jauh lebih superior dari manusia. jauh lbh pinter, jauh lbh kuat, jauh lbh jahat, dll. makanya manusia gak bisa sombong di star trek.

Rekan saya Eri berkomentar di FB wall saya sbb:

"Yang pasti, karena nilai2 Star Trek ini lah gw jadi sangat perduli dengan planet ini dan kemanusiaan. gw join dan aktif berdonasi di Greenpeace, WWF dan UNICEF semua itu karena Star Trek. Gw pingin masa depan yang sempurna terwujud. gw pinign selalu aktif dan terjun langsung dalam menolong planet ini. Support Energy [R]... Read More: evolution now! ini adalah motto gw.

My next car will be hybrid! my next house will be Solar-based energy house, and Cradle-to-Cradle concept house.

Star Trek is my way of life!ini blog yang gw persembahkan untuk human and earth: http://www.human-earth.blogspot.com/

We are the human of earth. we are human earth"

Para Pemimpin sekarang harus menyadarkan masyarakat bahwa kita adalah bagian dari Bumi ini, dan kita harus melestarikan kehidupan di Bumi ini demi masa depan kita dan anak cucu kita di masa depan.

Para Pemimpin, jika ingin mendapatkan loyalitas, penghormatan dan pengakuan dari para bawahannya, jangan memanipulasi anak buah. "Be a sincere servant leader", itu kuncinya. Berpikir demi kemakmuran rakyat, demi keselamatan dan keutuhan bangsa, dan bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri. Menaruh kekuatan, keutuhan dan kehormatan nama Bangsa Indonesia lebih dari sekedar kepopuleran diri sendiri. Jadilah pemimpin yang mengayomi, pemimpin yang memiliki visi masa depan, pemimpin yang mengetahui prinsip kebenaran dan berani menyuarakan kebenaran, dan menjadi contoh teladan dalam setiap segi kehidupannya.



A LEADER Is One Who

Knows The Way,

Goes The Way.

And Shows The Way

Mengapa Star Trek?..








Dari jutaan judul film, dari ratusan ribu film Science Fiction, dan dari puluhan judul film penjelajahan angkasa.. mengapa Star Trek?






Tanggal 24 Januari 2009 saya menonton film Star Trek Voyager, episode: “ENDGAME” (yang merupakan episode terakhir dari serial Voyager yang telah ditayangkan dari sejak tahun 1995 sampai dengan 2001 di Amerika Serikat) bersama dengan komunitas Indo-Star Trek. Film ini mengisahkan bagaimana Admiral Katherine Janeway berjuang dan mengorbankan dirinya sendiri demi menghabisi kaum Borg demi menyelamatkan peradaban umat manusia. Dari sekian lama saya menonton film-film Star Trek, moment inilah yang menggerakkan saya akhirnya menurunkan tulisan-tulisan di Blog ini.




Ketika saya mengamati dari ucapan Mr.Spock saat menjelang ajal di ending film Star Trek II: The Wrath of Khan (motion picture), dan ucapan itu di ulangi lagi di awal pembuka film Star Trek III: The Search For Spock: ada satu filosofi mendasar dari film-film Star Trek yang selalu menggetarkan jiwa untuk dikagumi bahwa: “kepentingan dan keselamatan orang banyak adalah jauh lebih utama dan penting, daripada kepentingan segolongan atau satu orang”. Bila seseorang tidak memiliki kekuatan cinta kasih yang sedemikian besarnya kepada sesamanya, tidak mungkin ia mampu berkata-kata seperti itu. Jiwa filosofi itu menjiwai warna kehidupan Starfleet officers dari generasi ke generasi. Dalam kisah ini, demi menyelamatkan kehidupan para crew Voyager yang dipimpinnya, serta secara umum menyelamatkan peradaban kehidupan di seluruh galaxy dari ancaman asimilasi paksa oleh Borg, maka Admiral Katherine Janeway rela mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan orang lain. Inilah rasa cinta kasih terbesar yang terbukti mampu mengalahkan adidaya kekuatan Borg yang digjaya dan nyaris tanpa kelemahan.




Banyak sekali pesan moral dalam film-film Star Trek yang sebenarnya mampu diteladani oleh setiap orang yang menontonnya. Star Trek bukan hanya menawarkan action memukau yang dilandasi nilai-nilai prinsip kebenaran, supremasi hukum, kejujuran, integritas, keberanian, ketangguhan, kedisiplinan hidup para Starfleet officer yang patut diteladani, namun disamping ketangguhan mereka, mereka tetap memiliki sisi sensitif manusiawi dengan segala kelemahannya.




Namun justru dari sisi kelemahan manusiawi yang dianggap lemah dan tak sempurna itulah, ada suatu kekuatan cinta kasih yang sangat besar yang mengajar manusia terus mencari kebaikan dan berusaha mencapai kesempurnaan dalam utopia yang diimpikan setiap orang. Terkadang dalam memenangkan sebuah pertempuran, dibutuhkan kelihaian berfikir dan berdiplomasi lebih dari sekedar kekuatan fisik. Jika saja di dunia ini banyak manusia menghargai nilai-nilai cinta kasih dan diplomasi lebih dari kekuatan senjata, niscaya, banyak jiwa terselamatkan terhindar dari kematian sia-sia akibat perang yang banyak meluluh lantakkan kehidupan di bumi ini.




Dalam event Indo-StarTrek Gathering tgl.24 Januari 2009 itu..walau malam semakin larut namun para anggota terlihat masih saling melepas kangen dengan saling bertukar canda tawa dan memperlihatkan keunikan masing-masing collectibles nya yang berharga. Dengan berat hati akhirnya kita harus mengakhiri acara Gathering ini dan saling berfoto-foto bersama sambil saling berjanji satu sama lain untuk tetap keep in touch, tetap saling mengingatkan perasaan kangen dan bertukar semangat filosofi Star Trek yang telah banyak membantu membentuk sisi-sisi kehidupan masing-masing anggotanya dari aspek yang berbeda-beda. Saya teringat kembali suatu ‘moral message’ dari Star Trek yang sangat berharga sekali ..kami berasal dari latar belakang yang saling berbeda-beda, rentang usia yang berbeda, latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang berbeda, namun kami belajar dari para Starfleet Officer teladan kami, bahwa segala perbedaan itu bukanlah hal yang memecah belah, namun justru dari perbedaan yang ada itulah, masing-masing saling memperlengkapi satu sama lain, saling belajar satu sama lain, dan saling menghormati satu sama lain demi satu tujuan bersama, perdamaian abadi yang didasarkan rasa cinta kasih..suatu utopia mulia yang bukan tidak mungkin di wujudkan dengan usaha kerja keras …dan komitmen bersama.












Pencinta Star Trek menyadari pengaruh positif dari Star Trek dan akan lebih positif lagi bila
bisa mendiskusikannya dengan sesama pencinta Star Trek, dan menyebarkan positive messages itu kepada masyarakat yang lebih luas lagi. Dengan berbagai sudut pandang dari para anggota, diskusi sangat diwarnai dengan topik-topik yang beragam. Mulai dari cerita, setting film, kostum, teknologi, fisika, filosofi, hingga ilmu-ilmu lain seperti manajemen, organisasi dan kepemimpinan. Setiap individu merasakan pengaruh Star Trek di kehidupan mereka. Star Trek mempengaruhi cara berpikir, cara pandang, dan pengaruh positif lainnya. Cita-cita kehidupan idealisme kami adalah agar nilai-nilai positive Star Trek mampu difahami, dihayati dan diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercinta ini...Star Trek as the way of life…

~ LIVE LONG and PROSPER ~