Tampilkan postingan dengan label Indonesian Star Trek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesian Star Trek. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 November 2013

UNDANGAN STAR TREK DAY 2013

Halo semua penggemar kisah Fiksi Ilmiah...
INDO STAR TREK akan mengadakan acara tahunan terbesar; STAR TREK DAY 2013 !!
Kami mengundang kamu untuk datang. Ini adalah acara yang cuma diadakan satu tahun sekali.
Jadi, ini adalah kesempatan langka untuk kopi darat dan bertemu member-member Indo Star Trek yang lain.
So much FUN!!!

Kapan: Sabtu, 23 November 2013
Jam: 12 siang sampai selesai
Tempat: @america, Pacific Place lantai 3, SCBD, Jakarta
Pakaian: Bebas. Kalau punya kostum dipakai ya.

Acara ini FREE! -Datang yaa!!!!
Ajak teman-teman dan/atau keluarga kamu!

Sneak Peek Acaranya:
  • Indo Star Trek Cosplay Performance
  • Star Trek Alien Cosplay Competition
  • Doorprize!
  • Best Star Trek Movies Pooling!
  • Trek Photobooth
  •  Starships and Props Papermodel Exhibition
  • Star Trek Movies Discussion TOS, TNG, and JJ Abrams’
  • Into Darkness Discussion! Spoiler Welcome
  • Starship Bridge Simulation

  • Live Music Star Trek Theme Song
  • Live Music Star Trek Theme Song
  • Skype Video Conference Star Trek Fans di Amerika
  • 47 Years Birthday Cake



Bagi kamu penggemar fotografi, siap-siap bawa camera terbaik kamu, karena akan ada banyak kesempatan Photo Hunting yang istimewa dengan model-model Star Trek



Sabtu, 26 Oktober 2013

STAR TREK DAY 2013

Indonesian Star Trek fans Community (INDO STAR TREK) will conduct a biggest event for Indonesian star trek fans in Indonesia on Saturday, 23 November 2013, starts at 12.00PM, at @America, Pacific Place Mall 3rd floor, SCBD, Sudirman, Jakarta. This event is open for public! There will be a lot of beautiful models for your photography hunting..So..BE THERE!






Kamis, 02 Juni 2011

UNDANGAN STAR TREK DAY di atAmerica

Hadiri event istimewa: "STAR TREK DAY"
Kerja sama komunitas Indo STAR TREK dan @america (pusat kebudayaan Amerika).

Hari: Minggu
Tanggal: 12 Juni 2011
Jam: 12.30 - 17.00 WIB
Tempat:
@america, Mal Pacific Place lantai 3, kawasan SCBD Sudirman, Jakarta.

Gathering Unik yang baru pertama kali diadakan oleh Indo Star Trek! – dengan visi mengenalkan Star Trek kepada masyarakat umum..
Dipandu oleh MC beken! Bagus Priambodo (TV One)

Pembicara bintang tamu: Ligwina Hananto (Pengarang Buku Best Seller: “Untuk Indonesia Yang Kuat: 100 Langkah Untuk Tidak Miskin”), dihadiri bintang tamu: Giring Nidji

Acara:
- Introduction to STAR TREK DAY!
- Sneak Peek to INDO STAR TREK's next big event.
- GAMES!
- Costume Day (pembuatan kostum bersama) – seragam The Next Generations, Voyager, Captain Data (Countdown Comic).

Dress Code:
Kostum / Uniform Star Trek, kaos /polo shirt Indo Star Trek, harap dipakai.
Yang tidak punya kostum, berpakaian bebas rapih.

Daftarkan diri Anda secara Online! => http://tinyurl.com/daftar-indostartrek

Bagi yang ingin menyumbang dana untuk acara ini, mohon transfer donasi sukarela ke:

Rekening INDO STAR TREK:
Bank BCA, KCU Menara Bidakara
Atas Nama: Erianto Rachman / Syaiful Bahri
No Rek: 450 133 7131

Jumlah donasi minimal RP 30,000 per orang. Kirimkan bukti transfer ke: indostartrek@yahoo. com
(panitia tidak menerima donasi di tempat acara)

Kostum-Kostum Star Trek bisa dipesan di acara ini.
Kostum Admiral (era TNG/Voy) - With the finest quality fabrics. Rp 600,000 (top only)

INDO STAR TREK punya tempat gathering baru! SUPER COOL!! @America

Rabu, 18 Mei 2011

Candi BOROBUDUR : jejak Astronomis nenek moyang bangsa Indonesia

Dalam kisah STAR TREK, diceritakan bahwa umat manusia di Bumi di masa mendatang menjadi masyarakat yang adil dan sejahtera, mengabdikan diri demi kemajuan ilmu pengetahuan dan ahli dalam penjelajahan eksplorasi antariksa.

Sesungguhnya, jika kita amati penginggalan sejarah dan budaya nenek moyang kita di masa lampau, bangsa Indonesia telah menjadi salah satu bangsa yang ahli dalam ilmu perbintangan. Hal ini salah satunya terlihat dalam peninggalan Candi Borobudur.

Kemegahan Candi Borobudur tidak hanya menunjukkan kemampuan rancang bangun nenek moyang bangsa Indonesia yang luar biasa. Penempatan stupa terawang maupun relief di dinding Borobudur ternyata menunjukkan penguasaan mereka terhadap imu perbintangan atau astronomi.

Stupa utama candi Buddha terbesar di dunia itu berfungsi sebagai gnomon (alat penanda waktu) yang memanfaatkan sinar matahari. Stupa utama yang merupakan stupa terbesar terletak di pusat candi di tingkat 10 (tertinggi)

Stupa utama dikelilingi 72 stupa terawang yang membentuk lintasan lingkaran di tingkat 7, 8 dan 9. Bentuk dasar ketiga tingkat itu plus tingkat 10 adalah lingkaran, bukan persegi empat sama sisi seperti bentuk dasar pada tingkat 1 hingga tingkat 6.

Jumlah stupa terawang pada tingkat 7,8 dan 9 secara berurutan adalah 32 stupa, 24 stupa, dan 16 stupa. Jatuhnya bayangan stupa utama pada puncak stupa terawang tertentu pada tingkatan tertentu menunjukkan awal musim atau mangsa tertentu sesuai Pranatamangsa (sistem perhitungan musim Jawa).

Bayangan lurus stupa saat Matahari berada di garis khatulistiwa (garis 0 pada grafik lintasan awal musim). Pada saat itu Matahari terbit tepat di titik timur garis dan terbenam tepat di titik barat garis. Hasil ini menunjukkan posisi candi Borobudur sesuai arah mata angin. Posisi itu ditentukan nenek moyang kita ketika meletakkan fondasi candi tanpa bantuan alat penentu posisi global (GPS).

Penelitian lebih lanjut adalah untuk melihat apakah posisi stupa atau bayangan stupa memiliki hubungan dengan prediksi gerhana Matahari atau gerhana Bulan. Konfigurasi situs megalitik umumnya memiliki kaitan dengan penentuan waktu, baik kalender maupun prediksi gerhana.

Tahun yang tepat kapan candi Borobudur didirikan juga penting dilakukan penelitian, berdasarkan struktur asli Borobudur. Struktur Borobudur saat ini merupakan hasil rekontruksi beberapa kali yang dilakukan pemerintah colonial Belanda dan Indonesia, dan dengan bantuan badan PBB yaitu UNESCO. Saat ditemukan tahun 1800 oleh tim yang dipimpin Sir Thomas Stamford Raffles dari Inggris, Borobudur hanya berupa puing-puing tak berbentuk. Dalam hal ini seyogianya kita juga berterima kasih kepada pemerintah Belanda dan Inggris yang telah membantu kita menemukan peninggalan sejarah yang amat luar biasa ini.

Sejumlah relief di Candi Borobudur juga menunjukkan kemampuan nenek moyang bangsa Indonesia dalam penguasaan ilmu perbintangan. Hal itu terlihat dengan adanya relief gambar perahu-perahu di dinding candi. Gambar perahu menunjukkan mereka adalah bangsa pelaut. Untuk mampu mengarungi lautan, dibutuhkan kemampuan navigasi yang panduan utamanya adalah bintang-bintang di langit.

Salah satu bintang penunjuk adalah bintang Polaris. Sebelum tahun 800, Polaris dapat dilihat dari Nusantara di sekitar Borobudur. Namun kini Polaris berada dibawah horizon karena gerak presesi (gerak Bumi pada sumbunya sambil beredar mengelilingi Matahari) sehingga Bintang Utara tidak mungkin lagi dilihat dari Nusantara.

Karena itulah, pelaut juga menggunakan rasi bintang Ursa Mayor (Beruang Besar). Jika dua bintang dalam paling terang dalam rasi ini, yaitu Dubhe dan Merak, ditarik garis lurus, akan mengarah ke Polaris. Posisi bintang ini terlukis dalam relief bulatan-bulatan kecil pada tingkat ke empat Borobudur di sisi Utara. Tujuh bulatan kecil itu diapit oleh lingkaran besar yang diduga Matahari dan bulan sabit.

Dari Bumi, Ursa Mayor terlihat sebagai tujuh bintang terang (Dalam ilmu silat Tiongkok kuno, ahli silat Thio Sam Hong juga menciptakan ilmu pedang Tujuh Bintang yang jika dimainkan oleh tujuh orang pendekar pedang, susunan formasi Tujuh Bintang itu sangat sulit ditembus oleh musuh). Selain Ursa Mayor, tujuh bulatan itu diduga sebagai Pleiades (tujuh bidadari). Masyarakat Jawa mengenal kluster bintang terbuka ini sebagai Lintang Kartika. Nama ini berasal dari bahasa Sansekerta krttika yang menunjuk kluster bintang yang sama.

Kluster (kumpulan) bintang ini populer di Jawa karena kemunculannya menjadi penanda dimulainya waktu tanam. Bangsa Jepang menyebutnya sebagai Subaru, sedangkan masyarakat Timur Tengah menyebutnya sebagai Thuraya.

Apabila penelitian lebih mendalam dapat membuktikan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia telah mampu membuat peta bintang dan penentuan musim serta waktu gerhana, maka bangsa Maya bukan satu-satunya bangsa kuno yang menguasai ilmu perbintangan. Sejarah dunia perlu ditulis ulang, dan nama bangsa Indonesia patut diperhitungkan dalam peta sejarah dunia sebagai bangsa yang pernah mencapai kebudayaan yang tinggi dalam ilmu astronomi.

Alangkah baiknya apabila generasi muda saat ini juga banyak melihat tayangan-tayangan film televisi yang berkualitas seperti film science fiction mengenai penjelajahan luar angkasa seperti kisah-kisah STAR TREK. Kecintaan generasi pembelajar akan dunia astronomi, fisika, pengetahuan alam dan teknologi, di masa mendatang akan dapat membawa bangsa Indonesia kembali menjadi bangsa yang maju dalam hal ilmu perbintangan. Bukan tidak mungkin, di masa mendatang, bangsa Indonesia muncul sebagai salah satu negara yang maju dalam hal eksplorasi luar angkasa. Dalam hal inilah, komunitas pencinta Star Trek di Indonesia yang tergabung dalam INDO STAR TREK, secara terus menerus menyuarakan kepada media dan masyarakat Indonesia secara umum, agar mencintai Ilmu Pengetahuan / Science dan memberikan tayangan Televisi yang cerdas dan mendidik kepada generasi muda Indonesia. Kita semua berharap generasi muda Bangsa Indonesia tumbuh menjadi generasi yang mencintai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, mandiri, maju, kreatif, menjadi pemimpin dalam teknologi industri serta mampu mencapai pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia; dan bukan tumbuh menjadi bangsa yang konsumtif dalam ketergantungan konsumerisme.

Space..the final frontier ….

Sumber pustaka: 7th International Conference on Oriental Astronomy di Tokyo, Jepang, bulan September 2010.

Minggu, 15 Mei 2011

8th Anniversary Indonesian Star Trek community

Minggu, 15 Mei 2011.. Museum Mandiri yang terletak di Jl.Stasiun Kota no.1 (terletak seberang Stasiun Kota) terlihat sejak pagi dan menjelang siang semakin banyak orang datang berkunjung melihat-lihat event pameran World Book Day yang digelar sejak hari Jumat, 13 Mei sampai dengan 15 Mei 2011.

Namun di sebuah sudut ruangan museum di Lantai 1, tepatnya di Ruang Penghargaan – Museum Mandiri, terlihat suasana kesibukan yang berbeda. Sisi ruangan yang biasanya sepi dari kegiatan dan pengunjung ini sekarang terlihat kesibukan yang unik, mereka adalah para “Starfleet officer Indonesia” yang tergabung dalam komunitas Indo Star Trek, sedang mempersiapkan acara gathering.

Jam menunjukkan pukul 11.00 wib, di sebuah ruangan “ready room” yang terletak disamping aula Ruang Penghargaan, terlihat laptop, printer, kertas, buku-buku, merchandise dan alat-alat pameran berserakan. Commander Hilmy, Bowo dan Manto sedang memasang-masang banner, merapihkan barang-barang, dan Ensign Daniel terlihat sibuk membantu memberi stempel di kertas tempel yang akan digunakan untuk tanda pengenal dada bagi Panitya dan para peserta. Salah seorang peserta dari komunitas Indo Star Trek bernama Kukuh dan anaknya yang berumur 20 bulan terlihat asik mengamati dan membantu-bantu persiapan acara gathering tersebut. Admiral Berthold datang bersama dengan Captain Hadi ikut membantu persiapan acara.

Menjelang tengah siang, terlihat beberapa anggota komunitas Indo Star Trek berdatangan satu persatu mulai membantu persiapan acara gathering. Acara siang itu akan dimulai pukul 14.00 wib dinamakan Gathering Peringatan 8 tahun (Sewindu) mailing list Indo Star Trek, dan 5 (Lima) Tahun First Contact Day.

Acara First Contact Day ini merupakan salah satu tonggak sejarah penting dalam Komunitas Indo Star Trek, karena di tahun 2006 para anggota Komunitas Mailing List Indo Star Trek bertemu copy darat pertama kalinya, dan sejak saat itu banyak sekali kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Komunitas Indo Star Trek semakin berkembang.

Tepat pukul 14.00 wib, dimulailah acara yang telah ditunggu-tunggu, puluhan anggota Komunitas Indo Star Trek berkumpul di aula ruang Penghargaan untuk bersama-sama memulai acara Gathering ini. Terlihat beberapa pengunjung museum yang ingin tahu mengenai kegiatan ini ikut hadir untuk melihat dan mengetahui acara apa yang sedang berlangsung.

Acara Gathering dibuka dengan Opening Ceremony, MC Bowo menyambut para tamu yang telah datang, menerangkan mengenai perihal acara dan schedule acara yang akan dilaksanakan pada siang sampai sore hari. Acara menjadi semakin meriah, ketika terlihat ada dua orang Trekker dari luar negeri, pasangan bernama George dan Gian yang ikut memeriahkan acara ini. Gian terlihat sangat excited mengenakan seragam TNG-nya dan berbaur dengan para anggota Komunitas Indo Star Trek yang mengenakan uniform yang beragam, mulai dari era The Original Series (Admiral Berthold mengenakan seragam dari movie The Wrath of Khan), The Next Generations, maupun sampai seragam era Captain Data (comic Countdown). Seorang peserta utusan dari Starbase Solo – Jogja yaitu Dithamine Mochi ikut hadir di Jakarta untuk meramaikan acara ini.

Setelah selesai pembukaan dan sambutan, acara dimulai dengan pemutaran cuplikan Fans Film STAR TREK: PHOENIX. Setelah cuplikan film yang disambut antusias oleh para peserta Gathering, acara semakin dimeriahkan oleh pemutaran cuplikan rekaman Quiz Super Family - Pertandingan antara Star Trek V.S. Star Wars di AN-TV. Semua penonton berteriak girang dan bertepuk tangan ketika Team Star Trek muncul di lokasi Kuiz dengan cara beam-down dan masing-2 menepuk Commbadge mereka saat telah ‘mendarat’ di lokasi shooting. Acara semakin marak dan meriah, ketika Games / permaian dimulai dengan dipandu oleh Commander Manto.

Acara dilanjutkan dengan acara ramah tamah dengan sajian makan siang dari Hoka-Hoka Bento, para peserta menikmati sajian makan siang sambil menikmati rekaman Quiz Super Family - Pertandingan antara Star Trek V.S. Star Wars. Para peserta terlihat terus berdatangan, dan acara puncak dari Gathering itu adalah pemotongan kue ulang tahun Indo Star Trek. Kue tart ini sangat unik karena dibagian atasnya terlihat print gambar Pesawat USS Enterprise, dan tulisan Gathering 8 Thn Milist Indo-Star Trek dan 5 Tahun peringatan First Contact Day.

Dalam kesempatan ini Commander Manto juga menyampaikan mengenai Treklife, dan juga pengumuman mengenai rencana project pembuatan Buku Kumpulan Cerpen Fiksi Ilmiah yang kedua, yang rencana penerbitannya nanti untuk menyambut film Star Trek ke XII di tahun 2012. Semoga saja tidak ada kendala dan halangan bagi film tersebut untuk masuk ke Indonesia.

Para peserta juga larut dalam kegembiraan bertemu dengan teman-teman lama, mereka terlihat sangat asik berbincang-bincang serta melihat-lihat koleksi Star Trek yang dipamerkan. Dalam kesempatan ini peserta juga berkesempatan membeli merchandise Indo Star Trek dan ada pula yang melayani interview para wartawan dari Antara News, Suara Pembaruan, serta dari Metro TV. Kepada para wartawan, anggota komunitas Indo Star Trek juga menyampaikan aspirasi dan harapannya, agar pengelola TV di Indonesia memperhatikan tayangan yang berkualitas bagi para penonton TV di Tanah Air. Komunitas Indo Star Trek berharap agar para pengelola Stasiun TV dapat memutar film-film Star Trek kembali, baik TOS, TNG, Voyager, DS-9 maupun Enterprise.

Setelah acara pemotongan kue, acara Gathering ditutup dengan sesi Foto Bersama. Terlihat warna warni uniform Star Trek yang dikenakan oleh para peserta mengingatkan kita kepada foto-foto Bridge Officers pada Film-Film Serial TV Star Trek.

Tidak terasa jam telah mencapai pukul 16.00 wib, dimana para Panitya World Book Day telah mengingatkan bahwa batas waktu penggunaan ruangan telah hampir selesai. Para peserta terlihat masih sangat asik bercengkerama satu sama lain dan melepas kangen karena lama tidak bertemu satu sama lain.

Acara ditutup dengan pengumuman mengenai adanya suatu rencana “Costume Day” yang akan diumumkan oleh Commander Eri dalam waktu dekat, bila tidak ada halangan semoga dapat dilaksanakan di bulan Juni 2011 ini. Saat ini beberapa pengurus juga sedang berusaha melakukan pendekatan kepada perusahaan besar yang diharapkan berkenan untuk menjadi sponsor kegiatan seperti mini-convention Star Trek Indonesia ataupun acara Nonton Bersama film STAR TREK XII di tahun 2012. Peran serta aktif dari para pencinta Star Trek di Indonesia untuk terus bersama-sama mengadakan kegiatan-kegiatan komunitas ini sangat diharapkan. Seluruh pencinta Star Trek diharapkan terus menerus menyuarakan dan menerapkan filosofi dan nilai luhur dalam kisah-kisah Star Trek antara lain seperti pemanfaatan IPTEK untuk kesejahteraan manusia, peran serta aktif dalam menjaga perdamaian, pelestarian sumber daya alam, hewan dan lingkungan hidup, anti peperangan, pluralisme, persaudaraan universal, persatuan dan sinergi dalam keberagaman dan perbedaan.

Dirgahayu komunitas Indo Star Trek! …































Minggu, 06 Februari 2011

Away Team STAR TREK di Bundaran HI


Langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengadakan "Car Free Day" (Hari Bebas Kendaraan Bermotor) setiap hari Minggu keempat tiap bulannya, merupakan hal yang patut diacungi jempol. Warga Jakarta terbukti memang membutuhkan ruang terbuka dan tempat untuk bersantai di akhir pekan yang terbebas dari asap kendaraan bermotor.

Seorang teman yang sudah beberapa kali beraktivitas di saat Car Free Day mengemukakan, kawasan Jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin yang merupakan jalan protokol utama di Jakarta, selalu dipadati orang saat Car Free Day berlangsung. "Kapan lagi bisa jalan-jalan santai di tengah kota atau bersepeda di jalan utama, tanpa takut ketubruk kendaraan bermotor," ujarnya.

Memang, saat Car Free Day, orang bebas berolahraga, jalan-jalan, dan bersepeda di kawasan jalan protokol itu, termasuk di bundaran Hotel Indonesia (HI). Bahkan ada juga yang bermain musik, menari, dan lainnya. Seperti ketika Car Free Day yang berlangsung Minggu, 30 Januari 2011 lalu.

Ramai sekali kawasan itu, apalagi bersamaan dengan adanya gerak jalan santai yang disponsori produsen kacang yang juga mendatangkan pemain sepakbola internasional, Luis Figo. Jadi sambil berjalan santai, ada juga yang asyik menendang-nendang bola. Bahkan ada pula kelompok yang menggalang "Koin untuk Presiden".

Di samping itu, ada juga sekelompok manusia dengan kostum awak pesawat luar angkasa dan mahluk-mahluk angkasa luar yang berjalan-jalan di sekitar bundaran HI. Keberadaan mereka sempat menjadi objek kamera dan tak sedikit pula yang meminta foto bersama.

Bukan, mereka tidak datang dari luar angkasa. Mereka adalah para anggota komunitas pencinta Star Trek dan Star Wars, dua kisah fiksi ilmiah yang sangat terkenal. Bila penggemar komunitas Star Wars hadir di bundaran HI karena mereka memang mau ikut meramaikan Car Free Day, maka para pencinta Star Trek yang tergabung dalam Indonesian Star Trek (IST) Community hadir di sana karena berencana untuk diwawancarai oleh Trans7.

Sejak pukul 07.30 WIB, para anggota IST telah ada di bundaran HI dengan kostum Star Trek masing-masing. Namun wawancara baru dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Seperti sudah diduga, pertanyaan yang diajukan Trans7 adalah tentang keberadaan "keanehan" crop circle di Sleman dan Magelang. Percaya atau tidak? Jawabannya, ada yang percaya dan ada yang tidak percaya.

Sehabis wawancara, masih ada sebagian anggota masyarakat yang ingin berfoto bersama. Jadilah para anggota IST asyik berfoto lagi di bundaran HI.

Rabu, 02 Februari 2011

Fenomena Crop Circle di Indonesia - hoax or UFO


Akhir-akhir ini fenomena Crop Circle sedang hangat-hangatnya dibicarakan di media di Indonesia.

Crop Circles - adalah merupakan sebuah formasi, biasanya ditemukan di ladang gandum, dan biasanya ditemukan secara misterius di tanah yang datar, dalam bentuk pola-pola tertentu, dan biasanya tidak ditemukan sebelumnya di siang hari. Sebenarnya Crop Circle juga pernah ditemukan beberapa belahan di dunia ini.

Fenomena mengenai hal ini sebenarnya belum di kenal luas sebelum tahun 1970. Crop circles pertama muncul sekitar tahun 1970 an di Inggris, dimulai dengan beberapa pola sederhana dengan bentuk melingkar dan semakin lama bentuknya semakin rumit secara geometris dan kompleks dengan ukuran yang semakin besar.

Di tahun 1991 dua orang bersaudara yang ahli di bidang lukisan landscape bernama Doug Bower dan Dave Chorley mengakui bahwa mereka telah membuat beberapa crop circle di Inggris yang menghebohkan tersebut sejak awal 1970-an.

Kedua orang bersaudara ini juga memperlihatkan cara-cara mereka melakukan hal tersebut dengan di dokumentasikan oleh kru film bagaimana teknik pembuatannya dan mereka mendapat ide itu dari lukisan dinding di pub lokal tempat mereka nongkrong.
Ide mengenai hal itu mereka lakukan setelah membaca cerita mengenai "sarang UFO" di Australia Saucer Nest tahun 1966.


Apa yang kita miliki sebagai fakta:

1) Kita tahu bahwa crop circles pertama muncul di Inggris setelah mengikuti cerita di Australia Saucer Nest story tahun 1966.

2) Crop circles pertama kali muncul di Inggris buatan dua bersaudara ahli landscape.

3) Crop circle pertama dibuat dengan lingkaran-lingkaran sederhana, dan semakin meningkat dengan praktik yg berjalan, berkembang jadi bentuk-bentuk geometris yang semakin kompleks dan rumit.

4) Pembuat Circle adalah orang-orang yang berpengalaman yang terbiasa membuat crop circles.

5) Adalah hal yang sederhana untuk melakukan pembuatan pola lingkaran-lingkaran yang besar, kompleks dalam beberapa jam dengan suasana yang gelap sehingga tidak terlihat oleh orang-orang.

6) Garis-garis kontruksi buatan tangan manusia dapat mudah ditemukan dibawah lingkaran-lingkaran tersebut.

7) Beberapa foto yang dibuat adalah palsu, dibuat dengan teknik photoshop.


Apa yang saya pikirkan?

Saya jelas mencoret kemungkinan aliens atau UFO, saya pikir itu adalah hal yang absurd.
Lalu apakah kekuatan alam? Saya sangat meragukan hal itu, karena bentuk geometrisnya yang sangat teratur. Hoaxes? Yes, I think so.

Kita memang tahu bahwa memang beberapa crop circle buatan manusia, hoaxers telah dengan jelas menunjukkan teknik mereka di depan kamera TV bagaimana cara membuatnya. Memang..ini tidak membuktikan bahwa SEMUA crop circles adalah buatan tangan manusia, tapi hal itu adalah hal paling logic dan masuk akal yang saya bisa sampaikan.

Bagaimana teknik membuat Crop Circle?
Silahkan Anda click link dibawah ini: http://en.wikipedia.org/wiki/Image:CropCircleSwirl.jpeg

Tapi, memang, ada beberapa hal fenomena yang masih belum bisa di jelaskan secara science. Misalkan saja mengenai artikel dibawah ini:
Energy Effects
People close to the sites of crop circles have had some strange physical and emotional reactions. Some have reported feeling dizzy, disoriented, peaceful or nervous. Others have said they heard a buzzing noise or felt a tingling sensation. After visiting the Julia Set formation near Stonehenge in 1996, a group of women reported changes in their normal menstrual cycles. Most startling was a small group of post-menopausal women who suddenly began menstruating again after visiting the site.

Minggu, 28 Februari 2010

TOP TV memang top banget :)



Ketika seminggu lalu saya melihat TV di RS, gak sengaja saya melihat iklan TOP TV, yg menawarkan lebih dari 33 channel hiburan dlm kualitas gambar digital hanya dengan bayar Rp.88.ribu saja

Mulanya gak terlalu yakin, tapi saya lalu telpon ke 0807 15000 88 .. dan ternyata sales nya ramah2 dan diterangkan bhw ini kualitas tayangan punya INDOVISION, namun ini adalah "versi paket hemat" nya.

Saya selama ini selalu cemas dan menggerutu dengan tayangan-tayangan tidak mendidik dari TV-TV swasta kita yang selalu menawarkan paket hiburan sinetron-sinetron cengeng yang membodohkan otak masyarakat. Salah satu TV swasta pelopor yang dulu pertama muncul di tahun '90-an, dulu TV ini sangat pionir menayangkan film-film seri TV yang sangat cerdas dan berkualitas seperti Quantum Leap, McGyver, film-film detektif, dan bahkan film Science Fiction sepanjang masa yaitu STAR TREK pun diputar oleh stasiun TV swasta pertama di Indonesia tersebut. Namun sayang seribu sayang, saat ini TV swasta tersebut lebih memilih memanjakan ibu-ibu rumah tangga dan para pembantu dengan tayangan sinetron-sinetron yang selalu mengusung tema kemewahan/materialisme, intrik rumah tangga, perselingkuhan, kedengkian, dll yang sangat membodohkan otak penontonnya. Lebih bodohnya lagi, trend tayangan itu ditiru juga oleh "saudara"nya TV swasta itu, dengan berlomba-lomba menayangkan sinetron-sinetron picisan tersebut.

Bukannya saya terlalu membangga-banggakan import. Tetapi kenyataan berbicara bahwa hampir tak ada produser film / production house yang mau berpikir keras membuat film-film seri berthema Science Fiction, atau detektif, atau perpaduan keduanya, seperti misalnya film serial Crime Scene Investigation, dan sejenisnya. Bukannya tak mampu, tetapi para produser film dan pengelola TV swasta di Indonesia kelihatannya malas berpikir dan berbuat inovasi, hanya senang meniru trend dan mengikuti selera rendah dari populasi terbanyak penonton; tanpa mencoba untuk membuat terobosan dan mencoba untuk meng-edukasi penonton-2nya.

Dengan hadirnya TOP TV ini, sedikit membawa kelegaan bagi saya karena at least, masyarakat luas jadi lebih punya akses kepada alternatif-alternatif tayangan hiburan yang sehat dan mendidik dengan harga yang terjangkau. Dengan hanya Rp.88ribu per bulan, masyarakat disajikan alternatif-2 pilihan tayangan sehat dan cerdas dengan harga terjangkau.

Anak-anak tidak harus dicekoki dengan tayangan sinetron cengeng yang membodohkan, mereka bisa saya arahkan untuk menonton saluran History, National Geographic, atau hiburan-hburan sehat seperti Disney channel, Baby TV dan sejenisnya. Ada juga tayangan bagus yang mendidik di channel 95 Indovision yaitu LIFE channel. Ini saluran dengan terjemahan bahasa Indonesia yang sangat insipiratif dan mencerdaskan. Saya sangat bersyukur Indovision punya chanel seperti ini.

Hanya satu saja mungkin yang bisa saya usulkan kepada pengelola TOP TV, agar mereka bisa menambah chanel Science Fiction di paket dasar mereka. Masyarakat Indonesia perlu banyak sekali menonton siaran-siaran yang bertema Science Fiction untuk mencerdaskan bangsa dan membawa generasi muda kita ke arah generasi yang berpikir cerdas dan kritis untuk membangun masa depan negara.

Lebih bagus lagi apabila TOP TV bisa mendorong TV-TV swasta untuk kembali memutar film-film STAR TREK baik dari era 'The Original Series' atau The Next Generation atau sampai dengan film-film serial STAR TREK terbaru seperti ENTERPRISE.

Maju terus TOP TV!.. we support you ! :)

Selasa, 05 Januari 2010

Prediksi Ekonomi 2010 - Ferengi mode: ON


Dengan membandingkan berbagai fakta perkembangan situasi pasar dunia, bersama ini saya ingin memberikan prediksi berdasarkan logika (logic) mengenai perkembangan kondisi ekonomi kita di thn.2010 dan menjelang peluncuran film Star Trek di 2011. Ketika ngobrol-ngobrol dengan rekan-rekan Ferengi dan ekonom Federasi, tahun ini diyakini akan menjadi tahun kebangkitan ekonomi dunia, setelah terpuruk di tahun 2008 dan 2009 lalu. Tanda-tanda itu sudah jelas terlihat.

Tengoklah negara-negara maju di Eropa dan Jepang yang ekonominya semakin menggeliat dan berhasil masuk zona pertumbuhan ekonomi yang positif. Bahkan, negeri matahari terbit, Jepang, berhasil membukukan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,8 % (year on year).

Tentunya ini pertanda baik bagi perekonomian domestik, mengingat negara-negara tersebut termasuk dalam daerah tujuan ekspor barang-barang produksi negara Republik Indonesia kita tercinta ini. Semakin cepat negara-negara tersebut memacu pertumbuhan domestiknya, berarti semakin besar peluang peningkatan permintaan akan barang-barang kita.

Bila itu terjadi serentak di berbagai penjuru dunia dengan akselerasi yang semakin tinggi, maka kita boleh berharap bahwa pertumbuhan ekonomi domestik akan semakin melaju ke posisi lebih baik dibandingkan pencapaian tahun 2009 yang diperkirakan sekitar 3,4 – 4,5 %. Bahkan, kita pun boleh berharap pertumbuhan ekonomi tahun ini dapat mendekati posisi tahun 2008 (6,1 %) apabila pemerintah mau dan mampu lebih agresif lagi dalam membenahi berbagai hal terkait dengan upaya peningkatan daya saing produk-produk jasa dan barang Indonesia.

Variabel faktor penentu daya saing tersebut antara lain birokrasi yang lebih efisien dan tidak berbelit, pemangkasan biaya pungli pengurusan perizinan, infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, kepastian hukum, stabilitas politik, dan akses pasar. Ancaman keterbatasan pasokan listrik tidak boleh terjadi lagi sepanjang tahun 2010 ini, karena itu akan mengganggu proses produksi di berbagai bidang. Kendala akses jalan dari satu tempat ke tempat lainnya dalam suatu rantai produksi juga harus diminimalisir.

Pemerintah juga harus mampu membuat terobosan dalam meminimalisir titik-titik kemacetan, memperbaiki jalan rusak, dan membuat jalan baru untuk mempersingkat waktu tempuh atau jarak angkut. Hal tersebut merupakan kunci untuk meningkatkan efisiensi pengeluaran logistik di tanah air yang saat ini masih tercatat sekitar 30 % PDB, jauh diatas China yang sekitar 20% PDB nya.

Dengan optimisme keadaaan ekonomi dunia, diharapkan Paramount dapat melebarkan kantong pengeluaran budget nya untuk membuat Film sequel Star Trek TFB dengan lebih dahsyat lagi. Dan kesempatan peluang kita mengadakan Star Trek convention di thn.2011 semoga dapat menjadi lebih optimis dengan adanya peningkatan perdagangan, diharapkan mitra-mitra yang diharapkan menjadi sponsor Star Trek convention ini dapat lebih optimis memandang pertumbuhan perekonomian dan perdadangan di tahun 2010 dan 2011. Live Long and Prosper ! …

Rabu, 03 Juni 2009

Premiere Star Trek di Plaza Indonesia XXI - 2 Juni 2009

2 Juni 2009 jam.21.00 wib saya mendapat kesempatan sangat istimewa yaitu menonton special Premiere film STAR TREK 2009 karena mendapat undangan dari pihak Cineplex 21. Kesan saya melihat film ini adalah benar-benar dahsyat dan spektakuler.

Bukan karena saya seorang trekkies, tetapi karena film ini menyuguhkan suatu perpaduan antara unsur action yang keras, komedi, unsur drama, alur cerita yang jelas dan cepat, merangkum banyak hal dalam rentetan peristiwa yang berjalan dengan cepat. Dibungkus dengan teknologi CGI yang canggih, film ini bukan hanya menyuguhkan penggambaran teknologi masa depan yang mengagumkan, namun juga alur cerita yang sangat kuat menonjolkan karakter-karakternya.

Mengapa Film ini sangat special? Karena film ini menggambarkan awal mula tokoh2 Star Trek sepanjang masa dalam awal pertemuan mereka di Starfleet. Film ini sangat fenomenal, sehingga pihak INDOSAT mengajak kerjasama dengan komunitas penggemar Star Trek di Indonesia yaitu Indo-StarTrek utk mengadakan acara Nonton Bareng tgl.14 Juni 2009. Q: Sekilas tentang Nonton Bareng Star-TrekA: Nonton Bareng StarTrek diadakan di Teater IMAX Keong Mas Taman Mini Indonesia Indah, pada hari Minggu, tanggal 14 Juni 2009.Acara ini terselenggara atas kerjasama Indosat, Komunitas Indo StarTrek, dan Iguana SMS

Q:Sekilas tentang Indo StarTrek
A: Komunitas Penggemar STAR TREK di Indonesia:
INDO-STARTREK adalah sebuah komunitas penggemar Star Trek di Indonesia yang sebenarnya sudah ada sejak tahun 1995. Pengagas Indo-Star Trek generasi Pertama adalah Bpk.Monang Pohan dengan mendirikan perkumpulan yang dinamakan NCC 955.
Mereka berkomunikasi dan bertukar informasi melalui surat yang dikirim via Pos dan faksmili. Lalu di tahun 1999, komunitas ini dikembangkan oleh generasi kedua yang digagas oleh Bpk.Puruhito Sidikerto dengan membentuk e-groups bernama Trekkieslist. Ketika di Indonesia teknologi internet sudah makin berkembang, maka Bapak Budisastra Sugiarto di Bandung pertama kali memulai perancangan hosting untuk website Indo-startrek.org. Usaha ini kemudian di kembangkan lebih lanjut oleh Sdr. Prima Adi (Ading) yang berada di Surabaya yang membuat desain versi 1 dan programming website indo-startrek.org dan forum (http://forum.indo-startrek.org/).

Komunikasi antar anggota dengan menggunakan mailing list Yahoogroups dimulai di tahun 2003 dirintis oleh Sdr.Ismanto Hadi Saputro. Namun baru benar-benar melakukan kegiatan secara resmi dan organisasi ini dianggap formal berdiri secara professional pada 15 April 2006, disaat para anggota mengadakan pertemuan pertamanya, yang diistilahkan sebagai "First Contact". Tanggal 15 April ternyata bertepatan dengan dimulainya misi NX-01 Enterprise dalam kisah saga Star Trek, di tahun 2151. para penggagas Indo-StarTrek di generasi ke tiga ini adalah Ismanto Hadi Saputro, Erianto Rachman, Syaiful Bahri, Akhmad Pompom Hersapto dan, Bowo Trahutomo. Masing-2 profile anggota semua dapat di search di Facebook dan juga di search di Facebook Group: Indo-StarTrek.

Dalam hal memaintain komunikasi antar anggota mailing list Indo-StarTrek, Sdr. Arlandi Landjono sebagai moderator mailing list Indo-StarTrek yang selalu memonitor arus komunikasi milis sejak 2003. Pak Budisastra Sugiarto, mas Erianto Rachman dan mas Prima Adi (aDing) urunan biaya sewa server hosting di AbrarHost s/d th 2010 untuk http://www.indo-startrek.org/ . Semua kerjasama dan kegiatan-kegiatan ini terjaga serta terpelihara harmonis oleh para anggota Indo-StarTrek karena mereka merasakan kebersamaan yang kental dan kecintaan kepada Star Trek, mereka tidak pernah mempermasalahkan siapa yang menjadi ketua atau pengurus formal. Semua bekerja untuk bersama-sama, satu untuk semua dan semua untuk satu tujuan bersama.

Kegiatan INDO STAR TREK sejauh ini adalah diskusi di milis, mengadakan talkshow science, nonton bareng film Star Trek, pembuatan kostum, wargames, MACO, pameran di World Book Day dan Indonesian Consumunity Expo. Bahkan INDO STAR TREK membuat sendiri boardgames "Battle of Starships" dan "Q Cardgame" untuk dimainkan di komunitas ini. Akses ke setiap produk Star Trek merupakan upaya utama agar seluruh anggota INDO STAR TREK dapat memperoleh dengan mudah koleksi film-film Star Trek, buku, novel, hingga collectibles lainnya.INDO STAR TREK mempunyai website di http://www.indo-startrek.org/ Mailinglist (milis) di Yahoo!Groups beralamat di http://groups.yahoo.com/group/indo-startrekINDO STAR TREK juga mempunyai forum dan group di Facebook.Jumlah yang terdaftar dalam milist dan Facebook saat ini bisa mencapai 500 (lima ratus ) orang Trekkies. Namun yang sangat aktif menulis di mailing list dan Facebook rata-rata bisa mencapai 50-an orang, di perkumpulan di Bandung kemarin bisa mencapai 30-an orang (itupun juga banyak yang berhalangan). Indonesian Star Trek Community menjaga komitment mereka dengan motto: "...to boldly go where no Indonesian has gone before."

Q: Peran Serta Indosat dalam Nonton Bareng
A: Indosat mempunyai program yang diberi nama Voucher Edisi Khusus (VEK). Seiring dengan gema film Star Trek di seluruh dunia, untuk bulan Juni Indosat akan mengeluarkan Voucher Edisi Khusus Star Trek yang secara total ada 9 design voucher. Untuk mengawali diluncurkannya VEK Star Trek ini, Indosat bekerjasama dengan komunitas Indo-StarTrek dan juga Iguana SMS selaku penyedia layanan content mengadakan Nonton Bareng StarTrek

Q: Apa membedakan VEK StarTrek dengan VEK lainnya?
A: VEK Star Trek selain sebagai penambah pulsa pelanggan Indosat, juga menyediakan content2 Star Trek seperti Wallpaper Star Trek, Screen Saver Star Trek yang bisa didowload pelanggan Indosat secara gratis dengan cara registrasi ke Iguana SMS (Cara: REG ST kirim 7337).

Q: Apa yang bisa didapat pelanggan Indosat dari Iguana SMS selain yang disebutkan tadi?
A: Pelanggan Indosat juga dapat memperoleh Games dan semua content yang berbau Star Trek. Jadi bagi para Trekkies di seluruh Indonesia dimanapun anda berada, kalau ngerasa diri kamu benar2 trekkies silahkan connect ke Iguana SMS melalui cara yang tadi (Reg ST kirim ke 7337) atau melalui UMB Arena Movie Indosat (*668# lalu pilih 1, atau *668*1#)

Q: Mengapa Indosat concern dengan film-film?
A: Indosat mengetahui bahwa memanjakan selera pelanggan terutama pelanggan yang hobbi nonton adalah suatu hal yang penting. Jadi bagi para penggemar-penggemar film, Indosat menyediakan VEK, dan Arena Movie. Selain StarTrek, sebelumnya Indosat juga mempunyai VEK Fantastic Four, StarWars Madagascar, Indiana Jones, dll). Sementara di Arena Movie, semua pelanggan Indosat bisa mendapat semua content (wallpaper, screensaver, games) yang berbau film. Mau film apa saja, ada disana. Caranya tinggal ketik alamat Arena Movie di handphone mu (wap.arenafilm.indosat.com) , atau kalau lewat komputer di http://www.arenafilm.indosat.com/

Q: Mengapa di Keong Mas Taman Mini?
A: Ada beberapa alasan pemilihan tempat Nonton Bareng, kenapa di Keong mas;Keong Mas merupakan Aset budaya bangsa yang harus dilestarikan, kalau misalnya bukan kita sebagai bangsa Indonesia yang membuat ramai acara tersebut siapa lagiKeong Mas memiliki tempat yang cukup luas sebagai tempat berkumpulnya para penggemar StarTrek dari seluruh Indonesia. Sebagai Informasi, kapasitas studio IMAX sekitar 900 orang, dan pernah menjadi the Biggest IMAX studio in the worldStarTrek merupakan salah satu film yang menyediakan format IMAX dalam peluncurannya, tentunya pengalaman menonton dalam format 70mm (IMAX) akan memberikan sensasi yang tersendiri bagi penggemar film, khususnya bagi penggemar StarTrek.Q: Siapa saja yang akan hadir di Nonton Bareng StarTrek di IMAX?A: Yang pasti datang adalah yang beli tiket, yaitu penggemar Star Trek (Trekkies) dari berbagai kota di Indonesia (Jakarta, Bandung, Yogya, Surabaya, Medan..) bahkan ada yang langsung datang dari Singapore untuk acara nonton bareng ini..

Q: Acaranya apa saja yang ada di Nonton Bareng StarTrek di IMAX?
A: Yang pasti Indosat akan meluncurkan VEK Star Trek, kemudian teman-teman penggemar Science Fiction juga akan meluncurkan kumpulan cerpen Science Fiction Indonesia, buah karya dalam negeri. Kemudian akan ada Cost-play bertema StarTrek, dan tentunya ada acara Quiz dan bagi-bagi hadiah.Q:Bagaimana caranya bisa ikut acara Nonton Bareng StarTrek di IMAX Keong Mas?A: Caranya silahkan hubungi email indostartrek@yahoo.com dan Adityo: HP 081510002348, tapi harus sesegera mungkin, karena informasi yang didapat tiket sudah 90% habis terjual.

Q: Bagaimana sih ideanya pertama kali dari teman-teman Indo-StarTrek (IST) sampai bisa mengadakan acara nonton bareng ini?
A: Film Star Trek terbaru ini memang kami tunggu-tunggu dengan penuh antisipasi. Banyak member yang sudah prepare jauh2 hari untuk meluangkan waktu khusus menonton film ini saat akan diputar pertama kali di Indonesia. Kemudian tiba2 IST menjadi pusat informasi bagi publik mengenai kapan tanggal mainnya? Apakah akan ada acara khusus dari IST? Dll.Kami jadi kepikiran sehingga kami mulai mengusut informasi akurat mengenai film ini. Disnilih kami disadarkan bahwa IST harus punya posisi khusus untuk mengakomodir kebutuhan penggemar.Kami pun mulai bergerak. Sebuah halaman website khusus kami publish sebagai pusat informasi kegiatan menyambut film Star Trek ini.

Q: Bagaimana bisa ketemu Indosat akhirnya?
A: Mungkin ini namanya gayung bersambut, dimana ada sinergi antara IST dan Indosat. IST pingin nonton bareng, dan Indosat punya agenda untuk VEK. Jadi kenapa tidak sekalian saja? Begitulah kira2 awalnya kita berhubungan.

Q: Katanya sudah 90% tiket terjual, ini gimana caranya?
A: Well, ini juga mungkin berkat gema yang kami buat, kita buat heboh di milis, facebook dan website. Juga ada beberapa teman yang sudah nonton film ini duluan di luar negeri sehingga cukup memanasi member lainnya hingga sangat penasaran. Orang-orang pun mulai melihat event ini lebih seksama. Ini terbukti dari jumlah hit atau pengunjung webiste kami yang bertambah terus secara signifikan setiap harinya.Kemudian kehadiran Indosat juga sangat mengundang audience yang bukan anggota IST. Setelah harga tiket disepakati, maka kami pun mulai mengumumkannya di internet tanggal 17 Mei 2009, dan 2 minggu setelah itu tempat sudah habis terbeli. Hanya sisa sangat sedikit.Terus terang kondisi ini membuat kami sendiri di IST sangat surprise!Dan banyak pujian atau komentar yang kami terima, seperti: “Ini pertama kalinya di Indonesia komunitas pencinta film bisa se-gokil ini”

Q: Terus kok sampai ada yang mau datang dari Singapore segala?
A: Kami menjalin hubungan erat dengan komunitas penggemar Star Trek diluar negeri. Sebenarnya nama IST sudah mendunia. Khususnya dengan singapore dan malaysia kami sering kontak. Dan kegiatan persiapan kita yang heboh ini ternyata membuat mereka penasaran untuk tau bagaiaman kiprah Indo-trekkers di Indonesia. IMAX juga menjadi bobot penting di acara ini karena ini bukan theater biasa. Jarang2 film Star Trek bisa dapet di puter di IMAX di Indonesia yang merupakan theater IMAX terbesar di Asia Tenggara.

Q: Apa yang diharapkan oleh IST dari kegiatan ini?
A: Kami mengharapkan adanya fans baru Star Trek dan ada serial barunya di TV. Dan yang penting adalah TV lokal mau memutar film ini. Ini adalah harapan dari semua pencinta film Star Trek di Indonesia.Dan juga kerjasama yang menyenangkan dengan Indosat seperti ini juga bisa terulang di masa yang akan datang.

Selasa, 17 Maret 2009

Liputan INDOSIAR.com for Indonesian Star Trek community

http://www.indosiar.com/news/sapa/78964/geliat-komunitas-star-trek-di-indonesia

LIVE LONG and PROSPER
indosiar.com, Bandung -
Anda termasuk kelompok 80-an ? Atau di tahun 90-an, Anda ingat film seri Star Trek : The Next Generation dengan bintang-bintangnya seperti Captain Picard, Kirk, atau Spock yang diputar di salah satu stasiun televisi swasta ? Film seri yang fenomenal ini berhasil menyihir penontonnya menjadi penggemar fanatiknya. Nyaris di seluruh dunia mempunyai komunitas penggemar Star Trek, tak terkecuali di Indonesia. Tidak hanya serial televisi, 10 film layar lebar, ratusan judul novel, komik dan beraneka ragam merchandise dari film ini mendapat tempat tersendiri di Indonesia.

Di Indonesia, komunitas generasi pertama penggemar Star Trek di Indonesia adalah USS Batavia, yang dibentuk pada tahun 1995 dan dimotori oleh Monang Pohan dan kawan-kawan. USS adalah pesawat Star Trek sementara Batavia, karena lokasinya di Jakarta. Tak lama kemudian terbentuk juga komunitas Star Trek di Bandung dengan nama USS Parahyangan dan sebagainya.

Generasi kedua komunitas Star Trek yang dimotori Puruhito Sidikerto (Pito) pada tahun 1999. Kala itu teknologi internet tengah mewabah dan melalui mailing list, komunitas ini berhasil mengumpulkan banyak anggota baru. Dua generasi komunitas itu telah mengadakan beberapa kegiatan seperti gathering dan acara menonton bersama.

Namun komunitas Star Trek generasi ketiga yang dimotori oleh Ismanto Hadi, Erianto Rachman, Bowo Trahutomo, Syaiful Bahri dan Akhmad Hersapto yang telah melangkah lebih maju. Komunitas ini diberi nama Indo-Star Trek. Dengan gencar, mereka memperkenalkan fenomena Star Trek kepada masyarakat Indonesia. Tidak hanya mengadakan gathering dan acara nonton bareng, mereka juga membuat situs, milis, dan forum internet. Promosi juga dilakukan melalui media massa seperti koran, radio dan televisi, serta mengikuti festival komunitas, Indonesian Community Expo 2008. Kegiatan yang baru saja diselenggarakan Indo-Star Trek adalah Bandung Gathering 2009, yang dimotori oleh pentolan Komunitas Indo-Star Trek di Bandung, seperti Budiss (Budisastra Sugiarto), Abrijanto dan Ivan Alidjaja di Bandung. Bertempat di kawasan Dago Pakar, Bandung, acara tersebut juga dimeriahkan oleh kedatangan anggota Indo-Star Trek Jakarta. Dalam kesempatan ini, indosiar.com, yang juga adalah anggota Komunitas Indo-Star Trek berkesempatan untuk menghadiri acara tersebut.

Meski sebagian besar anggota komunitas yang datang belum saling mengenal, namun berkat kesukaan yang sama, mereka menjadi akrab satu sama lain. Acara tersebut menjadi ajang perkenalan, menambah daftar pertemanan. Yang diobrolkan ? Tentu saja tokoh-tokoh Star Trek seperti Kapten Kirk, Spock hingga Kapten Picard, film, serial, kostum maupun filosofi yang mendasari Star Trek bahwa manusia bisa mencapai peradaban maju yang menghilangkan sekat-sekat seperti ekonomi, etnis, budaya dan sebagainya namun tetap menghargai perbedaan yang ada. Kehadiran para penggemar Star Trek ini menarik perhatian. Apalagi yang datang dengan mengenakan seragam perwira Starfleet, sebuah organisasi penjelajah galaksi dalam Star Trek dan bagaimana mereka mengucapkan salam khas Star Trek yaitu salam Vulcan (jari-jari tangan membentuk huruf V) disertai ucapan "Live Long and Prosper" (Hidup panjang dan sejahtera). Salam ini merupakan salam khas para penggemar Star Trek tidak hanya di Indonesia, namun juga di seluruh dunia.

Tak hanya itu, dua pentolan Indo-Star Trek dari Jakarta, yaitu Ismanto dan Bowo membawa cukup banyak koleksi Star Trek seperti replika mini pesawat luar angkasa, poster, video film dan serial Star Trek untuk dipamerkan dalam acara tersebut. Bahkan Bowo membawa beberapa kaos komunitas berwarna hitam berlogo Star Trek untuk dijual. Kaos-kaos tersebut laris diserbu para penggemar. Bandung Gathering 2009 semakin meriah setelah Ismanto yang akrab dipanggil Manto mengeluarkan permainan board yaitu permainan perang Star Trek yaitu "Battles of Starships" yang diciptakannya sendiri. Permainan yang menggunakan replika mini kapal-kapal luar angkasa dengan dadu dan papan kertas yang cukup besar ini adalah simulasi perang antara kapal-kapal ruang angkasa Starfleet (dari pihak baik dalam Star Trek) melawan pihak jahat yaitu Borg yang selalu ingin memperbudak semua bangsa dalam galaksi Bima Sakti.

Permainan itu sangat seru walau pada menit-menit awal agak kaku karena para pemainnya belum paham aturan mainnya. Tetapi setelah 15 menit berlalu, para pemain mulai terbiasa sehingga permainan itu pun makin seru dan mengasyikkan. Yang makin seru dan unik karena salah satu pemain permainan tersebut adalah seorang anak perempuan yang baru berusia 7 tahun. Felisa, anak perempuan tersebut adalah anak salah satu penggemar Star Trek asal Bandung yang turut mengikuti acara gathering itu. Selain Felisa, juga tampak Adrian, putra Erianto yang juga menggemari Star Trek. Dalam kesempatan ini, Adrian yang berusia sepantaran dengan Felisa itu secara khusus mengenakan seragam perwira Starfleet. Tampaknya regenerasi penggemar Star Trek telah berlangsung, karena sebagian para penggemar Star Trek yang telah berkeluarga berhasil menularkan kesukaannya kepada anak-anak mereka. Sesungguhnya penggemar Star Trek tidak mengenal batas usia, negara, etnis dan sebagainya.

Bicara usia, salah satu panitia Bandung Gathering 2009 ini yaitu Budisastra Sugiarto yang akrab dipanggil Budiss ini adalah penggemar tertua dalam acara tersebut. Beliau telah menginjak usia 58 tahun. Walau telah berusia lebih setengah abad, Budiss memiliki semangat yang tidak kalah dengan para penggemar yang berusia jauh lebih muda. Beliau begitu menggebu-gebu dalam membicarakan Star Trek sehingga membuat kagum para penggemar lain mengenai pengetahuannya. Walau baru mengenal beliau, perbincangan dengan Budiss terasa tak ada jarak, tidak seperti ketika berbincang-bincang dengan orang lain yang seusia Budiss. Meski enggan berpisah, para peserta yang hadir harus mengakhiri Bandung Gathering 2009.

Tetapi, bukan berarti mereka putus hubungan. Para peserta berjanji saling berhubungan baik melalui telepon, email hingga milis dan forum termasuk pula jejaring sosial dunia maya populer, Facebook. Apalagi seusai acara Bandung Gathering 2009 ini, telah disusun acara berikutnya yaitu acara nonton bareng film Star Trek XI, yang diperkirakan akan berlangsung pada Juni 2009 mendatang. Sebelumnya pada April mendatang, akan diadakan pembuatan buku kumpulan cerpen bernuansa fiksi ilmiah dalam rangka memperingati ulangtahun komunitas Indo -Star Trek yang jatuh pada 15 April 2009. Rencananya buku tersebut akan diluncurkan dalam kegiatan World Book Day pada April 2009.(berbagai sumber/Fachrie/Ijs)

Minggu, 08 Maret 2009

Politik Indonesia 2009: refleksi ke Star Trek universe

Di Indonesia ini, kalaupun hukum dan berbagai aturan ditegakkan secara murni dan konsekwen, sejumlah keputusan hukum masih tetap akan menyisakan dan menimbulkan rasa ketidak -adil-an bagi kelompok masyarakat tertentu. Di pihak lain, walaupun aparat birokrasi yang masih memiliki komitmen dan integritas telah melakukan tugasnya berdasarkan aturan perundang-undangan yang berlaku, masih tetap berpotensi melakukan kesalahan yang berakibat pada tindakan hukum bagi ybs. Akar permasalahan dari keputusan politik yang tidak adil bagi semua komponen bangsa dan tidak menjamin tegaknya suatu sistim birokrasi yang mantap terletak pada kegagalan berpikir dan memandang serta menterjemahkan/ menuangkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila kedalam perundang-undangan.

Kita ketahui bahwa semua keputusan dan peraturan yang berlaku dalam masyarakat dibuat berdasarkan undang-undang yang dihasilkan DPR, dan pembuatan setiap undang-undang mengacu kepada Undang-undang Dasar yang dinafasi atau dipandu oleh semangat yang terkandung dalam kelima sila Pancasila. Rupanya, kekacauan cara berpikir ini sudah berlangsung sejak lama. Singkatnya, bangsa ini sesungguhnya belum pernah merumuskan secara baik dan benar kelima sila yang terkandung dalam Pancasila. Inilah akar permasalahan yang berakibat kepada berbagai hal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk ketidakadilan, baik ketidakadilan yang dirasakan kelompok minoritas (contoh : gereja-2 yang dibakar atau dipersulit IMB-nya), ketidakadilan dalam sisitim perekonomian nasional, dlsb. Dari beberapa arsip-arsip lama risalah sidang kabinet pemerintahan presiden Soekarno, ditemukan kekacauan cara berpikir ini dan tidak adanya kesepakatan dalam hal penjabaran (implementasi) nilai-nilai dalam Pancasila. Misal, tentang implementasi sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.Walaupun bung Karno adalah penemu Pancasila, berarti beliau yang menuliskan point kemanusiaan dalam Pancasila, tetapi beliau ini jelas-jelas menolak Hak Asasi Manusia.

HAM dianggapnya sebagai produk kapitalist Barat, produk negara-negara ber-demokrasi liberal, tidak pantas untuk Indonesia yang ber-Pancasila. Kemudian, penjabaran Pancasila dan argumentasi dari Mr. Moh. Yamin dianggap sebagai suatu sulap (akal-akalan) oleh bung Hatta. Bayangkan, Moh. Yamin, seorang ahli hukum yang menguasai konstitusi berbagai negara, argumentasinya dianggap sekedar akal-akalan. Kekacauan cara berpikir (kegagalan berpikir) dan memandang serta mengimplementasikan Pancasila terus berlangsung bahkan semakin menjadi-jadi di era Reformasi sekarang ini. Kelompok minoritas sangat merasakannya dengan diterapkannya berbagai UU dan peraturan yang dibuat untuk mengakomodasi dan memprioritaskan panggilan keagamaan umat Islam. UU Sisdiknas, UU Pornagarafi misalnya, serta berbagai Perda-perda bernuansa syariah serta SKB tentang pendirian rumah ibadat. Banyak sudah tulisan/artikel tentang hal ini, tetapi saya belum membaca suatu pemikiran yang mengaitkan produk perundang-undangan serta Perda-2 tsb dengan kekacauan cara berpikir, memandang serta mengimplementasikan Pancasila. Berbagai produk per-UU-an dan Perda-2 tsb pada dasarnya telah menabrak (atau salah menafsirkan dan menerapkap) sila Persatuan Indonesia dan sila Keadilan Sosial.Kalau sila Persatuan dibaca selain untuk memaksimalkan sesuatu (dalam hal ini bangsa dan negara), tetapi juga untuk mengangkat kemampuan kelompok-kelompok yang menyatukan diri dalam persatuan tsb - inilah sebenarnya makna yang terkandung dalam Persatuan Indonesia - maka tidak akan ada UU dan perda-2 tsb di atas yang selain hanya mementingkan agama tertentu, juga melemahkan kelompok agama lain dalam mengekpresikan panggilan imannya. Jelas ini menabrak sila Keadilan Sosial.Dalam matematik, kita mengenal penjumlahan vektor. Vektor-2 yang punya arah yang sama kalau digabung akan membentuk satu vektor resultan yang besarnya adalah jumlah vektor-2 yang digabungkan.

Makna Persatuan Indonesia melampaui penjumlahan vektor, karena selain diperoleh resultan persatuan yang besar, juga masing-2 kelompok ikut membesar atau dibesarkan dalam persatuan tsb, bukannya dihambat/dimarjinalkan. Kegagalan berpikir mengakibatkan kegagalan membangun suatu sistim dan kebijakan kenegaraan yang berujung kepada berbagai permasalahan yang tak kunjung usai, seperti, pengentasan kemiskinan, pendidikan nasional (konsep takwa dalam sisdiknas), otonomi daerah, penolakan mentah-2 terhadap federalisme, dlsb. Di dalam sistim yang kacau di Indonesia ini, orang yang baik (bersih, komit hidup jujur) bisa terpeleset dan menjadi korban dari sistim yang memang kacau. Itulah yang dialami oleh orang-2 seperti Mulyana W. Kusumah bersama temannya dalam KPU yang adalah seorang dosen dari Papua yang sekarang masih dipenjara. Selanjutnya, perlu kiranya melihat akibat dari kegagalan berpikir dalam mengeliminir sila ke 4 yang merupakan prinsip demokrasi dalam Pancasila, sehingga kita sekarang menganut demokrasi liberal, bukan lagi demokrasi permusyrawatan. Kita tahu bahwa ketika amandemen pertama UUD, suasana kebencian terhadap rezim Soeharto yang dianggap telah memanfaatkan sila ke 4 bagi langgengnya kekuasaannya, menguasai anggoata-2 DPR yang menggusur prinsip sila ke 4 dan menggantikannya dengan demokrasi liberal (voting prinsip). Kita tidak menyadari bahwa dengan mekanisme voting, terbukalah kran untuk mengalirkan berbagai UU dan perda-2 syara\iah tsb di atas. Catatan : setiap umat Muslim apapun partai politiknya kalau diperhadapkan dengan RUU yang menyangkut keislaman, sulit bagi mereka untuk tidak meng-gol-kan hal-hal yang dianggap demi kemaslahatan dan ketakwaan umat. Maka, dengan mekanisme voting, sulit bahkan mungkin mustahil membendung syariah-isasi yang terus diperjuangkan kelompok-2 tertentu di parlemen.Sila ke 4 kalau dibaca dari kaca mata Kristen dengan memperhatikan sila I (Ketuhanan Yang Maha Esa), maka kata "dipimpin oleh hikmat....... " bisa atau seharusnya bermakna 'dipimpin oleh Roh Hikmat (Roh Kudus)'.

Sayang sekali politisi-2 eks Parkindo tidak kedengaran perjuangannya di DPR ketika prinsip demokrasi permusyarwatan digusur. Padahal dulu, melalui mekaniswa demokrasi permusyarawatan, seorang wakil kelompok minoritas, Mr. Maramis, berhasil menggagalkan pemberlakuan Piagam Jakarta yang diusung kelompok Masyumi di DPR.Bung Hatta berkata : "demokrasi bukanlah semata-mata pemilihan, tetapi yang lebih penting adalah keterwakilan semua komponen bangsa". Keterwakilan kelompok-2 minoritas di Parlemen bisa tertutup dalam sistim sekarang. Sehubungan dengan maraknya transmigrasi dan migrasi (perpindahan spontan masyarakat), jangan kaget kalau suatu waktu nanti, wakil-2 rakyat Papua di DPR dan DPD atau DPRD diisi oleh orang-2 yang tidak berambut keriting, non kulit hitam, non kristen dlsb. Di tengah kekecewaan yang semakin menggumpal terhadap orientasi dan kinerja partai-partai yang ada, terutama maraknya korupsi sejumlah politisi di DPR, harapan yang besar ditujukan kepada DPD. Semoga ke depan, DPD semakin kuat posisinya dalam pengambilan keputusan di parlemen dan semoga terpilih wakil-2 independen yang sungguh-2 berkwalitas dan siap berjuang habis-2an.

Kalimat 'demokrasi sedang ditikam oleh pisau demokratis' terinspirasi oleh pernyataan Robert Spencer dalam bukunya "Religion of Peace" Why Christianity is Yes and Islam is Not. Dalam terjemahan bebas pernyataannya berbunyi demikian: "menindas demokrasi melalui cara-cara (proses dan mekanisme) yang demokratis". Pernyaataan Robert Spencer tsb merupakan kesimpulan dia terhadap kehidupan demokrasi di negara-2 yang menyatakan diri sebagai negara demokratis dan yang berpenduduk mayoritas MuslimDi Indonesia fakta dari pernyataan Spencer tsb jelas terlihat pada berbagai undang-undang yang diskriminatif termasuk Perda-perda yang bernuansa syariah dan SKB menteri Agama + mendagri tentang pembangunan rumah-2 ibadat (posting kemarin sudah mengungkap ini). Sampai sekarang, sudah 22 provinsi di Indonesia telah menerapkan Perda Syariah, sementara berbagai UU diskriminatif dan SKB berlaku di seluruh wilayah NKRI. Tingkat hard / shoft-nya perda-2 syariah tsb berbeda di setiap kabupaten/kota dalam wilayah 22 provinsi tsb. Kecuali SKB, UU dan perda-2 tsb telah melalui mekanisme yang demokratis di negara kita yang sedang menganut/menjalankan sistim demokrasi voting di DPR dan DPRD. Inilah salah satu sebab Indonesia mendapat pujian dari AS sebagai negara demokratis. Ingat, Indonesia dipuji oleh Hillary Clinton bukan sebagai negara Pancasila, tetapi sebagai negara Islam terbesar di dunia (yang berkiblat kepada Arab Saudia sebagai kalif).

Tetapi, kalau ditelusuri motivasi dan tujuan (keduanya tersembunyi) serta proses tersembunyi selain yang nampak di gedung DPR dan DPRD-2, di balik diberlakukannya UU, perda-2 syariah dan SKB tsb serta peraturan-2 tersembunyi tentang rekruitment pejabat birokrat dan BUMN penuh dengan nuansa yang tidak sepatutnya diberlakukan di negara yang mengklaim diri sebagai negara demokrasi moderen (liberal). Ujung-ujungnya memang akan bermuara kepada terbetuknya kelas-kelas dalam masyarakat bangsa berdasarkan agama yang dianut dimana non Muslim termarjinalkan. Keadaan ini tentu berbeda sekali dengan kondisi di negara-2 Barat yang telah lama menerapkan demokrasi moderen dimana kaum minorotas memperoleh perlindungan, hak-haknya dibela dlsb. Contoh, di Belanda, pemerintah menyediakan bantuan dan dukungan yang seluas-luasnya berupa Islamic Centre di ibukota Deanhaag untuk mengakomodasi kepentingan umat Muslim yang hanya segelintir ketika itu.

Seorang netter di milis umum dalam postingnya menggambarkan, Indonesia tidak pantas lagi disebut negara Pancasila tetapi negara Syariah. Pasalnya, dalam kenyataan sehari-hari dalam rekruitmen pejabat pegawai negeri sipil (khususnya di daerah-2 ber-Perda Syariah), tidak ada lagi syarat Pancasilais, mengerti falsafah Pancasila dan butir-butir penerapannya, tetapi yang sering terdengar adalah syarat-syarat seperti kemampuan berbahasa Arab (membaca Quran), mampu ngaji, memimpin sholat sebagai imam, dlsb.Pertanyaan yang perlu dikemukakan, mengapakah kelompok-kelompok yang ingin mempolitisasi agama itu begitu antusias memperjuangakan / memberlakukan hal-hal tsb di atas?. Tidakkah mereka menyadari asal muasal berdirinya negara ini bisa terjadi karena kontribusi dari berbagai suku bangsa dan ragam agama yang kemudian membentuk /menyepakati suatu jati diri bangsa dan negara Indonesia dengan cita-2 bersama? ("Jati Diri Bangsa Indonesia" oleh Djon Pakan)

Pertama, syariahisasi tersebut di atas dalah bagian yang tidak terpisahkan untuk menjadi / menuju ke status islami (dalam kaca mata Kristen : menjadi kudus dan memperoleh perkenanan Tuhan). Jadi, merupakan panggilan iman. Ibn Khaldun dalam bukunya "Muqadimah Ibn Qaldun" (h 234) mengatakan : ...tujuan Tuhan membuat undang-2 adalah keselamatan manusia di akhirat kelak. Oleh karena itu adalah menjadi keharusan manusia menyesuaikan diri (taat) terhadap hukum-2 agama dalam segala soal (hal), baik yang berhubungan dgn dunia ini , maupun dengan hidup kemudian"Memperbadingkan Islam dan Kristen dalam hal di atas, Kristen yang terutama dan yang pertama bukanlah DOING tetapi BEING, Islam sebaliknya. Kristen : DOING adalah buah dari BEING, Islam : untuk memperoleh BEING, harus melakukan berbagai hal/syariah terlebih dahulu (DOING first).Catatan : Ibn (baca: ibnu) Khaldun adalah inteletual Muslim kesohor yang kwalitasnya diakui oleh dunia Barat. Arnold Toynbee menyatakan: "Dalam Muqadimah-nya, ia telah membuat dasar-2 dan merumuskan suatu filsafat sejara yang tak dapat diragukan lagi sebagai yang terbesar dalam macamn ya yang pernah diciptakan otak manusia, pada waktu dan tempat yang manapun". Yang kedua, Islam tidak terpisahkan dari kekuasaan (politik).

Sejak zaman Nabi, da'wah (ekapansi agama) senantiasa dibarengi dengan perebutan kekuasaan politik. Setelah wafatnya Nabi, perannya diteruskan oleh ke-khalifa-an (pemimpin agama /spiritual sekaligus pemimpin politik). Kedua peran khalif tsb besar sekali pengaruhnya untuk menciptakan ketaatan umat terhadap syariah. Bagi khalif , hal tsb adalah suatu amanah. Di Indonesia, walaupun sampai sekarang ini secara legal formal tidak ada khalif, tetapi fungsi-2 ke-khalifa-an diemban oleh sejumlah tokoh dari berbagai mazhab. Kondisi ini sulit diterima oleh kelompok-2 Islam literal (ekstrim fundamentalis), mengingat kemayoritasan dan fakjta sejak runtuhnya Kerajaan Majapahit, Sultan-sultan islamlah (= Khalif) yang memerintah kerajaan-2 di Jawa. Cita-cita tercapainya negara atau society yang dipimpin khalifa adalah suatu harapan yang tidak pernah padam. Selain syarisasi dengan tujuan dan cara-cara tsb di atas, hal lain yang menciderai atau menindas demokrasi di Indonesia yang telah terjadi secara (dianggap) demokratis adalah politk dagang sapi (contoh : koalisi semu yang dibangun pemerintah sekarang). Selain itu, money politic sampai kepada merajalelanya korupsi di parlemen adalah tikaman terhadap proses atau sistim demokrasi.Reaksi masyarakat yang kecewa berat terhadap realitas-realitas yang mereka lihat tersebut di atas tercermin dari semakin membesarnya jumlah golput (golongan putih - orang-orang yang enggan menggunakan Hak Pilih nya) dalam pilkada-pilkada yang telah berlangsung. Situasi ini sebenarnya membahayakan kelangsungan demokrasi di Indonesia."Kelangengan suatu sistim dalam suatu negara sangat memerlukan solidaritas sosial" (Ibn Khaldun).

Golongan putih adalah sinyal melemahnya solidaritas sosial terhadap sistim demokrasi. Tidak perlu saya menulis lebih jauh tentang politik dagang sapi, money politic dan korupsi di parlemen. Barbagai media telah mengulasnya dengan gamblang. Seharusnya semua pihak-pihak, terutama mereka yang gemar menggunakan atribut agama sebagai kendaraan politik: lebih arif melihat gejolak di masyarakat ini. Alih-alih ingin menggelar pesta demokrasi, yang dikuatirkan justru akan makin terciptanya pengkotak-kotakkan golongan masyarakat dan penindasan hak-hak sipil yang dapat berujung kepada ketidak puasan dan separatsme. Negara kita ini sedang membutuhkan Pemimpin yang mampu menjembatani semua golongan SARA di masyarakat secara adil karena memang sesungguhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta ini berdiri diatas keringat, darah, dan air mata anak bangsa yang terdiri dari berbagai suku bangsa, agama, ras dan golongan.

Ketika kita akan memasuki periode pemilihan calon legislatif, janganlah kita menyia-nyiakan moment yang sangat berharga ini. Kita harus mendoakan secara sungguh-sungguh supaya Tuhan Yang Maha Kuasa membantu kita memberikan hikmat dan kebijaksanaan kepada kita untuk memilih wakil rakyat yang sungguh-2 memikirkan dan bekerja berkarya untuk rakyat, bukan untuk golongan atau partainya, atau utk kekayaannya pribadi. Saya percaya dan ber-Iman, ada calon wakil rakyat seperti itu diantara sekian ratus caleg yg ada. Kita perlu berdoa sungguh-2 supaya kita dapat memilih dengan bijak, dan Tuhan membimbing serta memberi kekuatan kepada caleg itu untuk tetap setia melayani Tuhan dan melayani rakyat yang memilih mereka. Pemimpin Pelayan, memang sangat langka dan mungkin sukar sekali dicari, namun saya percaya, pasti masih ada caleg yg memiliki nurani dan integritas seperti itu. Pelajari latar belakang, visi, misi dan integritas calon wakil rakyat yang mau kita pilih. Jangan hanya berdasarkan kesamaan suku, atau golongan, namun harus berdasarkan integritas orang tersebut dalam membawa amanat Pancasila dan memperjuangkan nilai luhur Bhinneka Tunggal Ika yang membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.

Inilah salah satu sebab mengapa saya sangat merindukan utopia maket masa depan dalam dunia Star Trek universe. Dalam kehidupan maket masa depan Star Trek, semua sumber daya yang ada telah di arahkan dan diberdayakan setinggi-tingginya demi kemakmuran bersama yang dapat dinikmati oleh setiap golongan, setiap ras, setiap aliran kepercayaan dan semua unsur elemen masyarakat yang ada. Tiada lagi pertentangan ideologi, penindasan hak kaum minoritas, peperangan agama, perebutan lahan hidup dan sumber daya demi keserakahan golongan tertentu yang haus kekuasaaan. Semua sumber daya/ resources, technology, kekuatan /power yang ada di berdayakan setinggi-tingginya demi kemajuan ilmu pengetahuan dan kemakmuran masyarakatnya. Ras, etnis, agama, golongan, budaya, suku yang berbeda, bersatu padu dalam keharmonisan untuk mencapai tujuan bersama dan kemakmuran bersama dalam cinta kasih dan perdamaian. Semoga ideologi dan nilai-nilai luhur Star Trek ini dijiwai pula oleh mayoritas bangsa Indonesia yang sangat beragam ini. Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa menolong kita.

Minggu, 08 Februari 2009

“Materi TV Lokal kita dan akibatnya pada Pembentukan Mental”

Di rumah saya memiliki dua TV, satu terletak di ruang keluarga / ruang makan, satu lagi di kamar Ibu saya. Biasanya kalau pulang kantor antara sekitar jam.19.00 – 21.00, anak saya Daniel umur 8 tahun sudah selesai atau sedang belajar dan saya meminta agar TV di ruang utama dimatikan sebab Ibu saya dan PRT di rumah kami senang sekali menonton Sinetron. Kalau saya makan malam dan ingin menonton TV, saya menunggu anak saya Daniel selesai belajar atau mengerjakan tugas sekolahnya. Jadi sambil makan malam, biasanya saya akan menonton film seri Star Trek dari DVD, TV Elshinta, O Channel (bila ada acara Mario Teguh), atau film Science Fiction yang lain yang bisa saya tonton bersama-sama anak saya itu.

Minggu lalu, sepulang kantor kebetulan Ibu saya bilang TV di kamarnya agak rusak, jadi beliau ingin menonton di ruang makan / ruang keluarga. Saya pikir waktu itu tidak terlalu masalah, karena anak saya kebetulan sudah menyelesaikan semua tugas dan belajarnya dari jam.18.00. Saya kebetulan agak lelah dan belum ingin memutar film Star Trek (biasanya saya perlu agak extra energi menerjemahkan teks bahasa Inggris dari DVD ke anak saya sambil menonton). Saya berpikir sekali-sekali mungkin tidak apa-apa, saya ingin tahu seperti apa sih perkembangan per-Sinetron-an kita saat ini yang sudah sangat lama sekali tidak pernah saya tonton.

Saya melihat chanel diarahkan ke salah satu stasiun TV Swasta lokal terbesar di Indonesia. Namun betapa terkejutnya saya, hanya dalam waktu 15 menit, saya sudah melihat tiga adegan bentakan dengan kata-kata kasar, tamparan, bentakan dan jambakan, dan pemain yang terjatuh dan dianiaya oleh dua – tiga orang lainnya dalam sebuah rumah yang sangat mewah. Satu adegan percintaan, yang juga tentu masih belum pantas dilihat oleh anak saya juga. Waktu itu saya jadi kesal dan marah, dan saya memohon pada Ibu saya sambil meminta maaf, saya mau ganti saluran TV nya dengan TV Elshinta yang kebetulan waktu itu sedang ada acara mengenai realita perjuangan hidup seorang cacat yang menghidupi keluarganya dengan berjualan Koran. Suatu kondisi sangat drastis, dari suatu sajian yang menyodorkan mimpi kemewahan diluar akal yang sarat konsumerisme, diganti dengan suasana kesahajaan dalam tingkat terendah yang dijalani oleh sang tokoh realita kehidupan dalam rasa syukur dan perjuangan yang sangat patut di teladani.

Karakter tokoh sinetron tetap sangat simple hitam putih. Orang jahat /keji sekali melawan orang yang sangat sederhana dan baik sekali. Adegan selalu diwarnai dengan adegan saling memaki, saling tampar, dan saling jambak. Akting yang diperagakan adalah mata melotot dan mulut yang sangat manyun di monyong-monyongkan tidak karuan.
Jualan utama infotainment tidak beranjak dari gossip percintaan, perselingkuhan, perceraian dan kekerasan yang melibatkan selebriti. Fakta jadi tidak penting karena infotaintment selalu memborbardir dengan pertanyaan-pertanyaan penuh prasangka, seperti: “Ada apa dibalik kematian mantan artis film horror itu? Apakah benar ada aroma pembunuhan disana? “… lalu “Siapakah orang ketiga di balik kisruh rumah tangga Pasha Ungu?” dst nya. Pertanyaan-pertanyaan itu tidak dijawab infotainment, penonton disuruh berprasangka sendiri.

Acara komedi sekarang ini pun mengalami kemunduran. Jika dulu pernah ada acara lawak Bagito Show yang punya gaya lawak cerdas, sekarang hampir semua acara komedi menyajikan humor vulgar. Para pemain komedi lebih banyak memancing tawa dengan komedi slapstick murahan dan mencela kekurangan fisik orang lain sebagai bahan tawa. Saya jadi ingat dulu pernah ada seorang teman di bangku SMA yang punya kebiasaan buruk suka mencela kekurangan fisik temannya sebagai bahan tertawaan. Akibat psikis bagi orang yang tak kuat dicela, dia akan menjadi semakin rendah diri dan kehilangan rasa percaya diri. Saya tidak ingat jelas kapan kebiasaan buruk itu berhenti, mungkin kebiasaan itu agak berkurang setelah teman saya itu sempat di pukuli oleh seseorang yang tidak terima dengan cara bercandanya.

Ironisnya, menurut pengamatan Didin Saharudin dari Spirit TV Watch di Bandung, kebanyakan penonton di Indonesia adalah dominant reader yang mengikuti begitu saja arus media. Mereka mengkonsumsi begitu saja kekerasan, klenik, hiburan, isu politik, perselingkuhan artis; dan paling miris, adalah: adanya suatu peristiwa pembunuhan mutilasi di Jakarta terjadi akibat si pelaku meniru pola pembunuhan mutilasi lain yang di informasikan oleh Televisi. Si Pelaku Pembunuhan Mutilasi “peniru” ini mengaku terinspirasi melakukan itu ketika dia disuguhkan informasi-informasi betapa sulitnya Polisi mengungkap pembunuhan mutilasi yang dilakukan Ryan (pembunuh berantai) dalam membunuh korban-korbannya.
Televisi secara vulgar memberitakan bagaimana Ryan membunuh korban-korbannya, jadilah Televisi kita menjadi “universitas kejahatan”. Sekarang, bayangkan, bagaimana kalau anak-anak kita yang masih belajar dengan menyerap sebanyak-banyaknya informasi, di suguhkan berbagai “sampah kotor” dari tayangan-tayangan televise di atas!?..akan jadi apa anak-anak dan generasi penerus bangsa ini? Apakah kita biarkan mereka dan kita semua di doktrinasi oleh materi televisi yang merusak moral dan melecehkan intelektual!?.. akankah kita biarkan mental bangsa ini dibentuk oleh tayangan-tayangan kejahatan, perpecahan, penipuan, kekerasan, tahayul, klenik serta kata-kata kasar?

Gerakan perlawanan yang dilakukan oleh Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) sejak 2006 harus kita dukung. Mereka ini mengampanyekan hari tanpa televise menjelang atau setelah Hari Anak tanggal 23 Juli. Ketua YPMA Bobi Guntarto mengatakan kampanye itu untuk mengurangi ketergantungan anak kepada televisi.

Saya pernah melihat sebuah spanduk dipasang di sebuah organisasi kemasyarakatan N.U. di Yogyakarta, 21 Oktober 2008. Spanduk itu berisi tulisan: MALU MENONTON SINETRON. Tapi sayangnya gerakan ini kurang mendapat respons dari masyarakat yang berusaha dilindungi dari dampak negative sinetron dan berbagai tayangan tidak mendidik lainnya di Televisi-Televisi lokal kita. Jika seandainya saja gerakan ini semakin banyak mendapat dukungan masyarakat dan dipikirkan baik-baik oleh pengelola TV swasta kita yang tidak hanya berorientasi pada materialisme saja, niscaya tidak perlu golongan masyarakat cerdas seperti kita ini “ngos-ngosan” melindungi anak-anak dan generasi muda kita dari tayangan yang merusak mental bangsa.
Tapi apa mau di kata? Hampir semua slot jam tayang prime time sudah dibayar penuh oleh pemasang iklan dengan tayangan-tayangan sinetron bertabur mimpi kemewahan dan berbagai aspek negative yang saya ceritakan diatas (malu dan jijik saya mengetiknya kembali).

Teman-teman pembaca pasti menduga, saya pasti mau menggiring ke arah kesimpulan bahwa Star Trek adalah tayangan yang paling baik. Saya tidak mau mendikte pembaca atau mendoktrinasi Anda yang cerdas dan kritis ini. Anda bisa melihat dan memutuskan sendiri dari semua ulasan saya diatas, apakah saya mau mendoktrin Anda atau mau mengungkap fakta untuk di analisa kritis secara bersama.

Yang jelas, saat ini anak saya Daniel umur 8 tahun, justru seringkali bertanya kalau menonton TV kenapa saya tidak segera memutar film Star Trek kesayangannya. Dia di umurnya saat ini sudah mulai bertanya tentang Fisika Quantum, Kecepatan Cahaya, susunan tata surya, galaxy dan lain sebagainya yang mungkin baru akan di dapatkan di sekolah beberapa tahun lagi. Tapi dia begitu antusiasnya bertanya mengenai hal-hal science ini dan walaupun harus mengingat pelajaran-pelajaran Fisika, Ilmu Alam dan Matematika, saya senang menerangkannya kepada anak saya itu mengenai semua hal science dibalik film Star Trek.

Saya jadi berpikir, apakah mungkin Amerika Serikat jadi Negara Adidaya yang sangat maju dalam eksplorasi Luar Angkasa dikarenakan anak-anak mereka sejak kecil dibiasakan berpikir kritis dengan pertanyaan-pertanyaan science seperti ini? Semoga saja anak-anak bangsa kita dimasa akan datang dapat “ketularan” anak-anak di Negara maju menjadi anak-anak yang kritis dalam hal Ilmu Pengetahuan dan menjadi problem solver handal antara lain karena jenis tayangan TV yang mencerdaskan dan pola pendidikan keluarga yang benar..








Sabtu, 07 Februari 2009

Liputan KOMPAS - Komunitas INDO STAR TREK

Melalui film dan cerita buku dan kisah-kisah STAR TREK, pesan-pesan universal humanisme mengenai perdamaian, kesetaraan, kesatuan, cinta kasih, saling menghargai dan menghormati dalam perbedaan dan keragaman; serta sinergi mencapai Kesejahteraan Bersama untuk mewujudkan utopia masyarakat cinta damai, menjunjung tinggi persamaan dan kesetaraan ras dan gender. Utopia masyarakat tanpa perang, sakit penyakit dan keserakahan, semua bersatu dalam Perdamaian sejati, yang dipimpin oleh Ilmu Pengetahuan, Kemakmuran dapat dicapai melalui komitment semua orang yang konsisten memimpikannya dan mewujudkannya dalam kehidupan dan karya mereka sehari-hari.

Baca harian KOMPAS hari ini MINGGU, 8 FEBRUARI 2009 halaman 27 komunitas INDO STAR TREK

http://epaper.kompas.com/

~ LIVE LONG and PROSPER ~
Bowo T. Suharso

http://trekphilosophy.blogspot.com/
http://www.indo-startrek.org/promo/STXI/